Metrodata (MTDL) Bagi Dividen Rp331,5 Miliar, Bidik Bisnis Digital

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:53:01 WIB
PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL).

JAKARTA — PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sejumlah Rp331,5 miliar atau setara 40,7% dari laba bersih tahun buku 2025. 

Dengan keputusan tersebut, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp27 per lembar saham. Kebijakan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, menuturkan bahwa konsistensi pembagian dividen merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. “Kemampuan membukukan kinerja positif secara berkelanjutan dan menjaga kebijakan dividen yang atraktif menjadikan MTDL sebagai salah satu hidden gem di pasar modal Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Menurut Susanto, di tengah dinamika industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta volatilitas pasar, perseroan tetap mampu memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor melalui kombinasi pertumbuhan bisnis dan pembagian dividen rutin. 

Pada kuartal I/2026, MTDL mencatatkan pendapatan senilai Rp6,7 triliun, meningkat 21,4% secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara laba bersih tumbuh 3,4% YoY menjadi Rp158,9 miliar.

Menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat tensi geopolitik global dan melambatnya aktivitas ekonomi, perseroan menyadari bahwa pelaku usaha serta masyarakat cenderung lebih selektif dalam berinvestasi di sektor teknologi.

 Menanggapi kondisi tersebut, MTDL menyiapkan langkah strategis adaptif untuk menjaga pertumbuhan sepanjang tahun ini dengan memperluas portofolio produk dan solusi, mempererat hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income).

Pada unit bisnis Solusi dan Konsultasi Digital, Metrodata akan menata ulang arsitektur solusi serta memperluas kolaborasi dengan prinsipal baru untuk menghadirkan teknologi yang lebih efisien. Sementara di unit bisnis Distribusi Digital, perseroan akan mengoptimalkan portofolio produk, termasuk menambah variasi smartphone dan notebook guna menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Susanto menilai prospek bisnis TIK masih sangat menjanjikan meskipun pasar domestik penuh tantangan. Aktivasi kembali proyek strategis pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan bagi unit bisnis Solusi dan Konsultasi Digital sepanjang 2026. 

Selain itu, kebutuhan korporasi akan efisiensi biaya, modernisasi data, penguatan keamanan siber, serta layanan komputasi awan (cloud computing) diprediksi akan terus mendorong permintaan terhadap layanan teknologi MTDL.

“Selain dari proyek-proyek strategis pemerintah, kebutuhan industri untuk menekan pengeluaran, modernisasi data, memastikan keamanan siber, dan memanfaatkan cloud untuk berbagai proses bisnis juga akan menciptakan permintaan layanan kepada perseroan,” tambah Susanto.

Terkini