Inocycle Technology (INOV) Bidik Kenaikan Penjualan 5% di 2026

Rabu, 10 Juni 2026 | 22:35:31 WIB
PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV).

JAKARTA — PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) menargetkan kenaikan kinerja penjualan sebesar 5% pada tahun 2026. Direktur INOV, Lee Yong Hwa, mengungkapkan bahwa perseroan awalnya memproyeksikan pertumbuhan kinerja keuangan hingga 10%. 

Namun, meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat serta penguatan dolar AS mendorong perusahaan untuk melakukan penyesuaian target menjadi lebih moderat.

"Awalnya kinerja keuangan kami prediksi naik 10%, tapi ini ada perang dan dolar AS itu naik, jadi agak sedikit kami turunkan targetnya," ungkap Lee dalam agenda public expose INOV, Rabu (10/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, Direktur INOV, Suhendra Setiadi, menjelaskan berbagai langkah strategis yang disiapkan untuk menggenjot kinerja tahun 2026. Salah satunya adalah perluasan portofolio usaha dengan menambah dua lini bisnis baru, yakni produksi resin/chips daur ulang serta perakitan peralatan industri mesin tekstil. 

Langkah ini diambil sebagai upaya diversifikasi pendapatan sekaligus memperkuat posisi bisnis agar lebih stabil melalui optimalisasi sumber daya perusahaan.

Selain itu, INOV melakukan peremajaan mesin-mesin lama yang memiliki konsumsi energi tinggi dan kapasitas produksi rendah. "Dengan peremajaan ini, proses kerja pabrik menjadi lebih optimal dan efisien," jelas Suhendra.

Perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi dengan memanfaatkan berbagai sumber energi seperti listrik, gas, cangkang sawit, cangkang kemiri, serta serpihan kayu.

"Dengan strategi ini, sesuai target kinerja perusahaan untuk tahun berjalan, INOV optimis dapat mempertahankan kinerja positifnya sepanjang tahun 2026. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan," tambah Suhendra.

Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, INOV mencatatkan penjualan sebesar Rp177 miliar, tumbuh 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan tersebut didominasi oleh segmen Re-PSF sebesar 53%, Non-Woven 20%, serta Homeware and Others sebesar 27%.

“Kami bersyukur bisa mempertahankan kinerja penjualan kami, dan sekaligus tetap berperan dengan baik dalam bisnis ini," ujar Direktur Utama INOV, JaeHyuk Choi.

Selain itu, dalam RUPS Tahunan yang digelar hari ini, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan/Keuangan tahun buku 2025 serta menerima pengunduran diri Lee Sang Chae dari jabatannya selaku Direktur.

Terkini