Quinn Effendi Dominan di MCGJWC 2026 Hari Pertama

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:27:31 WIB
Pegolf muda Indonesia, Jennifer Quinn Effendi.

JAKARTA - Pegolf muda Indonesia Jennifer Quinn Effendi menunjukkan performa dominan pada hari pertama ajang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2026 di Damai Indah Golf PIK Course, Jakarta.

"Saya sama sekali tidak mengira bisa bermain 6-under hari ini. Skor ini menjadi yang terbaik selama saya mengikuti kejuaraan ini," kata Jennifer Quinn Effendi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Quinn membukukan 66 pukulan atau 6-under dan sementara memimpin klasemen divisi putri. Pegolf berusia 13 tahun itu unggul satu pukulan atas wakil Thailand, Kanyarak Pongpithanon.

Ketajaman approach shot serta akurasi putting menjadi kunci permainan Quinn. Ia mencatat tujuh birdie dan satu bogey sepanjang ronde tersebut.

Meski masih sangat muda, Quinn tampil konsisten di ajang internasional dan tidak gentar menghadapi pegolf dari berbagai negara yang lebih senior.

Ia justru merasa semakin bersemangat mengikuti turnamen tersebut. Menariknya, saat ini Quinn diketahui belum memiliki pelatih khusus.

"Sejauh ini saya belajar golf melalui YouTube. Saya suka melihat dan mempelajari swing Nelly Korda. Swing-nya sangat bagus dan menginspirasi saya untuk mengikuti permainannya," katanya.

Baca juga: MCGJWC 2026 digelar dengan peserta 140 pegolf junior dari 29 negara
Baca juga: Pegolf junior Indonesia uji kemampuan di MCGJWC 2026

Quinn masih harus menjaga posisinya pada hari berikutnya, dengan persaingan ketat dari pegolf Thailand seperti Kanyarak dan Marisa Tojai.

Para pesaing tersebut juga terinspirasi oleh dominasi pegolf Thailand di turnamen ini, termasuk Prim Prachnakorn yang menjadi juara divisi putri tahun lalu. Kanyarak mencatat 67 pukulan, sementara Tojai membukukan 69 pukulan atau 5-under.

Ajang MCGJWC 2026 yang diselenggarakan Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) bersama Asia Pacific Golf Confederation (APGC) berlangsung pada 10–12 Juni dan diikuti 140 pegolf junior dari 29 negara.

Chairman CGF Nararya Ciputra Sastrawinata menegaskan turnamen yang telah berjalan selama 32 tahun ini menjadi panggung penting bagi atlet junior, khususnya Indonesia, untuk berkembang di level kompetisi yang lebih tinggi.

Ia menambahkan bahwa pengalaman bertanding di ajang internasional bergengsi akan menjadi modal penting untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

"Kalau nantinya mereka melanjutkan karir sebagai atlet profesional, mereka sudah memiliki level yang sama dengan atlet-atlet yang akan mereka temui di dunia golf profesional," katanya.

Terkini