Luhut Sebut Family Office Bali Berpotensi Tarik Dana Miliaran Dolar

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41:31 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pembangunan family office di Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center/IFC) Bali memiliki peluang mendatangkan dana ratusan miliar dolar AS ke Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (9/6). Luhut menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo memberikan arahan mengenai pengembangan family office.

Luhut menuturkan akan ada pembahasan lebih mendalam perihal pengembangan family office tersebut pada Juli mendatang. Walau begitu, ia tidak memaparkan lebih rinci siapa saja pihak yang akan terlibat dalam diskusi tersebut.

"Tadi juga Presiden memberi arahan lagi mengenai International Financial Center Family Office yang nanti akan ada pertemuan di sekitar bulan Juli di Bali. Dan kami berharap itu ada potensi kira-kira mungkin berapa ratus miliar dolar yang kemungkinan masuk di Indonesia," ujar Luhut dalam konferensi pers.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peluang masuknya dana tersebut perlu dijaga dengan membangun sentimen positif bagi investor global. Salah satu caranya adalah melalui pemberitaan yang baik.

"Ini potensi harus kami jaga dengan berita bagus dari Indonesia," kata Luhut.

Pada Mei 2024, gagasan pembentukan family office pertama kali dicetuskan oleh Luhut Binsar Pandjaitan saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Luhut menyebut beberapa negara seperti Singapura, Hong Kong, hingga Abu Dhabi telah memiliki ribuan family office. Singapura sendiri tercatat sudah memiliki 1.500 family office. Oleh karena itu, negara-negara tersebut bisa menjadi acuan bagi Indonesia dalam mengembangkan family office.

Kala itu, pemerintah memproyeksikan investasi dari family office yang dapat ditarik ke Indonesia mencapai US$500 miliar atau setara Rp8.151,95 triliun dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Nominal tersebut setara dengan 5 persen dari total aset yang dimiliki perusahaan keluarga atau *family office* di seluruh dunia yang mencapai US$11,7 triliun.

Family office umumnya menyediakan berbagai layanan seperti manajemen investasi, perencanaan keuangan, serta perencanaan pajak. Menurut Luhut, di family office, investor asing dapat menyimpan dana mereka tanpa dikenakan pajak, dan pengenaan pajak baru akan berlaku apabila terdapat penciptaan lapangan kerja dari investasi tersebut.

Terkini