Data BKPM Membuktikan, Investasi Jepang di Indonesia Terus Tumbuh

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:51:31 WIB
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

JAKARTA - Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi Jepang di Indonesia selama periode 2021–2025 tumbuh rata-rata 13,2 persen per tahun. 

Dengan total akumulasi investasi mencapai 17,1 miliar dolar AS, sektor ini telah menyerap 278.887 tenaga kerja dan menempatkan Jepang sebagai investor terbesar kelima di Indonesia.

Pengamat investasi dan hubungan internasional, Zenzia Sianica Ihza, menepis anggapan bahwa banyaknya Memorandum of Understanding (MoU) yang tidak terealisasi mencerminkan kegagalan iklim investasi di Indonesia. Ia menilai kritik tersebut tidak sepenuhnya akurat.

“Di seluruh dunia, MoU adalah tahap awal untuk membangun komitmen dan menjajaki peluang kerja sama. Tidak semua MoU sampai pada tahap implementasi karena berbagai pertimbangan, seperti hasil studi kelayakan, perubahan pasar, maupun evaluasi risiko bisnis,” ujar Zenzia, Rabu (9/6/2026).

Zenzia menekankan bahwa indikator yang lebih relevan untuk mengukur kepercayaan investor adalah realisasi investasi nyata, bukan sekadar jumlah MoU. Data menunjukkan tren positif di mana perusahaan Jepang terus memperluas fasilitas produksi dan menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur regional.

Meski demikian, Zenzia mengakui masih ada tantangan yang dikeluhkan investor Jepang, seperti birokrasi yang berlapis, sinkronisasi regulasi pusat dan daerah, hingga masalah pembebasan lahan. Karakteristik investor Jepang yang sangat mengutamakan kepastian hukum dan konsistensi kebijakan membuat isu-isu tersebut menjadi perhatian utama.

Guna meningkatkan daya saing investasi, Zenzia menyarankan pemerintah untuk melakukan tiga langkah strategis: memperkuat pengawalan investasi pasca-MoU agar lebih terukur, melakukan harmonisasi regulasi pusat dan daerah, serta menjaga transparansi dalam pengambilan keputusan pada proyek strategis.

“Narasinya bukan investor Jepang kehilangan kepercayaan. Mereka menginginkan kualitas tata kelola yang terus membaik agar potensi besar Indonesia diterjemahkan menjadi realisasi investasi yang lebih cepat dan besar,” pungkasnya.

Terkini