7 Manfaat Badminton untuk Kesehatan Fisik dan Mental yang Luar Biasa

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:34:01 WIB
Illustrasi Manfaat Badminton untuk Kesehatan Fisik dan Mental. (Foto: NET)

JAKARTA - Turnamen Indonesia Open yang telah rampung beberapa waktu lalu bukan sekadar ajang bagi atlet kelas dunia. Gelaran tersebut juga sering memantik gairah masyarakat untuk bermain bulu tangkis.

Di Tanah Air, badminton merupakan salah satu olahraga paling digemari. Berbeda dengan cabang lain yang popularitasnya naik-turun mengikuti tren, badminton dimainkan secara rutin oleh masyarakat Indonesia. 

Banyak orang bahkan menekuninya secara serius melalui komunitas hingga bergabung dengan klub sejak kecil.

Popularitas olahraga ini tentu tak hanya karena aspek keseruannya, melainkan karena banyaknya manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. 

Berikut adalah manfaat bermain badminton untuk kesehatan tubuh dan pikiran:

Membakar kalori Dikutip dari laman Development BWF Badminton, "seseorang yang bermain badminton dapat membakar sekitar 450 kalori." Pergerakan yang intens dan aktif mampu memicu metabolisme. Jika dibarengi pola makan yang seimbang, badminton efektif membantu penurunan berat badan.

Menyehatkan jantung dan paru-paru Badminton adalah olahraga kardio yang memacu jantung bekerja lebih aktif. Saat bermain, denyut jantung akan meningkat, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah serta oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih optimal. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini mampu meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan menekan risiko penyakit jantung.

Penelitian dalam laman NCBI berjudul Play Badminton Forever: A Systematic Review of Health Benefits, menunjukkan bahwa badminton dapat meningkatkan fungsi jantung dan kapasitas paru-paru, menurunkan denyut jantung istirahat serta tekanan darah.

Meningkatkan stamina Badminton sangat ampuh untuk mendongkrak stamina. Olahraga ini menuntut pemain untuk gesit bergerak, melangkah, melompat, hingga berganti arah dengan cepat dalam durasi singkat. Hal ini memaksa tubuh dan organ terkait beradaptasi untuk memproduksi energi. Hasilnya, stamina meningkat dan tidak mudah lelah dibandingkan dengan mereka yang jarang berolahraga.

Melatih refleks dan koordinasi Badminton mengharuskan pemain tetap waspada, mampu membaca strategi lawan, dan bergerak cepat ke segala arah guna mengejar kok. Upaya mengembalikan kok memerlukan koordinasi yang baik antara mata, tangan, kaki, dan otak, sehingga refleks tubuh terhadap rangsangan menjadi lebih tajam. Selain itu, gerakan menjangkau kok melatih fleksibilitas otot kaki, tangan, pinggul, dan batang tubuh.

Mengurangi stres Dalam penelitian kesehatan berjudul Effects of different types of badminton training dalam NCBI, bulu tangkis merupakan latihan aerobik yang memicu pelepasan endorfin. Endorfin adalah hormon yang berfungsi menciptakan perasaan nyaman dan senang. Tidak mengherankan jika setelah bermain, suasana hati menjadi lebih baik, tingkat stres menurun, dan tidur lebih berkualitas.

Mengasah mental tangguh Badminton adalah olahraga kompetitif yang menguji fisik sekaligus mental. Saat bertanding, pemain dituntut fokus dan mampu menghadapi tekanan. Dalam permainan, wajar jika ada kemenangan, namun pemain juga harus legawa menerima kekalahan. Dari proses tersebut, pemain belajar mengelola emosi serta melatih ketangguhan mental dan sportivitas.

Memperluas pergaulan Badminton identik dengan kebersamaan karena dimainkan bersama teman, keluarga, atau komunitas. Banyak yang bergabung dalam klub atau kelompok bermain. Interaksi yang terjalin, baik di dalam maupun luar lapangan, membantu pemain memperluas jaringan pertemanan, membangun relasi sosial yang positif, dan mengurangi rasa kesepian, yang tentunya baik untuk kesehatan mental.

Terkini