Rahasia Bahagia Warga Bhutan: Menjadikan Kematian sebagai Pengingat Hidup

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:35:01 WIB
Illustrasi Rahasia Bahagia Warga Bhutan.

JAKARTA - Bhutan dikenal luas sebagai salah satu negara yang identik dengan kebahagiaan. 

Menariknya, salah satu kebiasaan yang dipercaya membantu warganya hidup lebih bahagia justru tergolong unik: mengingat kematian. 

Bagi sebagian besar orang, kematian merupakan topik berat yang sebisa mungkin dihindari. Namun di Bhutan, kematian justru dipandang sebagai pengingat untuk menjalani kehidupan dengan lebih sadar.

Lantas, apa rahasia bahagia warga Bhutan dari kebiasaan tersebut?

Menjadi pengingat bahwa waktu terbatas Mengingat kematian membuat seseorang sadar bahwa hidup tidak berlangsung selamanya. Kesadaran ini membantu seseorang berhenti menunda hal penting dan lebih fokus pada apa yang benar-benar berarti.

Profesor psikologi dari Washington University in St. Louis, Brian Carpenter, mengatakan bahwa "menerima kematian dapat mendorong rasa kebersamaan dan makna hidup," seperti yang dikutip dari CNN.

Membuat orang lebih berani menghadapi rasa takut Kematian sering dianggap sebagai hal menakutkan. Padahal, geropsikolog dari Rush University, Erin Emery-Tiburcio, mengatakan bahwa "banyak orang sebenarnya lebih takut pada penderitaan menjelang akhir hidup, seperti sakit atau kehilangan kendali." Dengan membicarakannya secara terbuka, kematian tidak lagi terasa sepenuhnya gelap, melainkan membantu orang memahami rasa takutnya sendiri.

Mengajarkan bahagia tidak selalu soal uang Bhutan dikenal dengan konsep Gross National Happiness atau Kebahagiaan Nasional Bruto. Ukuran bahagia di negara ini tidak hanya dilihat dari ekonomi, melainkan juga kesehatan spiritual, sosial, budaya, dan lingkungan. Mengutip dari Financial Times, "masyarakat Bhutan hidup dekat dengan alam, komunitas, dan praktik spiritual." Pengingat tentang kematian pun hadir dalam keseharian, mulai dari bendera doa, simbol spiritual, tempat ibadah, hingga tradisi mengenang mendiang.

Membantu menerima kenyataan hidup Dalam dokumenter Agent of Happiness, sutradara Arun Bhattarai menyoroti cara masyarakat Bhutan memandang kebahagiaan. Salah satu pelajaran yang ia temukan adalah kemampuan menerima kenyataan saat ini. Menerima bukan berarti menyerah, melainkan sikap yang membantu seseorang lebih kuat menghadapi kesulitan tanpa menghabiskan energi untuk melawan hal yang di luar kendali.

Membuat hubungan terasa lebih penting Saat sadar hidup tidak selamanya, seseorang lebih terdorong untuk menjaga hubungan dengan orang terdekat. Misalnya, lebih sering menghubungi keluarga, meminta maaf, menyampaikan perasaan, atau meluangkan waktu bersama orang yang berarti.

Mengajak lebih menikmati hari ini Memikirkan kematian tidak perlu sampai membuat cemas. Emery-Tiburcio menyarankan agar kesadaran tentang hidup yang terbatas justru dipakai untuk kembali menikmati momen saat ini. Caranya bisa sederhana, seperti hadir penuh saat bersama orang tersayang, merawat tubuh, menyelesaikan hal penting, atau berhenti menunda sesuatu yang bermakna.

Pada akhirnya, kebiasaan warga Bhutan mengingat kematian bukanlah soal menjadi muram. 

Sebaliknya, kebiasaan ini menjadi pengingat agar kehidupan dijalani dengan lebih sadar, penuh, dan lebih menghargai hal-hal kecil yang sering terlewat.

Terkini