Demam Anak Turun? Waspada, Bisa Jadi Tanda Kondisi Justru Memburuk

Kamis, 11 Juni 2026 | 18:14:32 WIB
Illustrasi Seorang Anak Sedang Demam. (Foto: NET)

JAKARTA - Penurunan suhu tubuh anak saat demam seringkali membuat orang tua merasa lega. 

Namun, dr. Lucky Yogasatria, dokter spesialis anak sekaligus influencer kesehatan, mengingatkan bahwa demam yang turun bukan jaminan bahwa anak telah sembuh total. 

Orang tua diminta untuk tetap waspada dan tidak melonggarkan pantauan terhadap kondisi anak.

“Anaknya demamnya turun, tentu melegakan ya? Tapi, jangan langsung melepas pantauan. Karena pada beberapa penyakit, anak memang membaik saat demamnya turun. Tapi pada kondisi tertentu, misalnya DBD, fase setelah demam turun justru tetap perlu diperhatikan,” ujar dr. Lucky, Kamis (28/5/2026).

Menurut dr. Lucky, kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua adalah hanya fokus pada naik-turunnya suhu tubuh tanpa memerhatikan respons fisik anak. Saat memasuki hari ketiga hingga kelima demam, perhatian utama harus dialihkan pada tingkat keaktifan dan asupan cairan anak.

Parameter kesembuhan yang ideal menurutnya adalah ketika penurunan demam dibarengi dengan kondisi anak yang kembali bugar, aktif, nafsu makan serta minum terjaga, dan frekuensi buang air kecil yang normal. “Karena yang kami cari itu bukan cuma masalah suhunya turun aja. Yang kami cari adalah anak yang membaik. Nah, kalau demamnya turun dan anaknya makin segar, mau minum, pipisnya bagus, aktivitas mulai kembali, itu tentu lebih menenangkan,” tutur dr. Lucky.

Sebaliknya, orang tua harus segera membawa anak ke IGD jika demam turun namun kondisi fisiknya justru merosot, seperti anak tampak makin lemas, muntah berulang, nyeri perut hebat, hingga muncul tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau BAB berwarna hitam.

“Tapi kalau demam turun tapi anaknya justru makin lemas, muntah terus, nyeri perut hebat, ada perdarahan, tangan kakinya dingin, atau tampak memburuk, jangan tunggu. Gas ke IGD, periksa,” pungkasnya.

Terkini