Pertamina Kembali Operasikan Aset Migas di Venezuela

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:54:01 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Arif Havas Oegroseno.

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Arif Havas Oegroseno, mengonfirmasi bahwa aset migas milik Pertamina di Venezuela kini telah mendapatkan izin untuk kembali beroperasi penuh.

Langkah ini dinilai strategis bagi Indonesia untuk mengoptimalkan sumber minyak alternatif di tengah ketidakpastian kondisi energi global.

"Kita baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela," ujar Wamenlu Havas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Indonesia mengeksplorasi sumber minyak baru di kawasan Amerika Selatan. 

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi pasokan energi global. 

Havas menyebutkan bahwa hampir seluruh negara di Amerika Latin memiliki potensi migas, sehingga Indonesia saat ini sedang dalam tahap penjajakan awal untuk ekspansi lebih lanjut.

Kepentingan Indonesia dalam ekspansi ini diwakili oleh Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), yang mengendalikan aset di Venezuela melalui kepemilikan 71,09 persen saham perusahaan migas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P).

Selain Amerika Selatan, Indonesia juga tengah mengoptimalkan pasokan minyak dari sejumlah negara Afrika, seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola. Strategi utama pemerintah saat ini adalah mengamankan pasokan dari kawasan-kawasan yang tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz. 

Meski sempat ada gejolak politik di Venezuela, PIEP memastikan bahwa aset minyak mereka tetap terpantau dan berkoordinasi erat dengan KBRI Caracas untuk menjaga keamanan investasi.

Terkini