Kemendikdasmen dan SEAMEO Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:01:01 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) mempererat kolaborasi pendidikan inklusif. 

Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh murid, termasuk penyandang disabilitas, masyarakat adat, serta anak di wilayah terpencil, mendapatkan akses pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan pentingnya forum SEAMEO Centre Policy Research Network (CPRN) Summit 2026 sebagai wadah bagi pembuat kebijakan, peneliti, dan praktisi di Asia Tenggara untuk meruntuhkan hambatan struktural dalam dunia pendidikan.

"Hubungan yang terbangun di ruangan ini, yang dibentuk oleh kerja bersama selama bertahun-tahun, perbedaan pendapat yang jujur, dan rasa saling menghormati, merupakan suatu bentuk infrastruktur kebijakan tersendiri," ujar Suharti di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Acara ini juga menjadi momentum strategis dengan diresmikannya kerja sama antara SEAMEO dan Global Partnership for Education Knowledge and Innovation Exchange (GPE KIX) EMAP Hub. Kemitraan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi hasil riset kebijakan menjadi langkah nyata di ruang kelas.

Direktur SEAMEO Secretariat, Datuk Habibah Abdul Rahim, menambahkan bahwa kolaborasi yang bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-60 SEAMEO ini akan menjadi jembatan untuk berbagi praktik pendidikan terbaik antarnegara di kawasan.

CPRN Summit 2026 tidak hanya ditargetkan menghasilkan dokumen riset, tetapi juga panduan kebijakan yang inklusif. Semangat gotong royong regional ini diharapkan dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih responsif dan memastikan tidak ada murid yang tertinggal dalam meraih masa depannya.

Terkini