Antisipasi Kenaikan BI Rate, BTN Perkuat Mitigasi Kualitas KPR

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55:32 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mulai mengambil langkah antisipasi terhadap dampak kenaikan BI Rate ke level 5,50% terhadap kualitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga acuan menjadi faktor krusial yang perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi daya beli dan kemampuan bayar debitur.

Meski demikian, Setiyo menegaskan bahwa kualitas KPR BTN saat ini masih menunjukkan tren perbaikan yang positif. “NPL KPR BTN saat ini telah turun ke kisaran 2,8%, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu di kisaran 3,2%,” ujarnya. 

Perbaikan ini diklaim sebagai hasil dari penerapan proses underwriting yang lebih ketat, pemantauan debitur yang intensif, serta transformasi pada proses penagihan (collection).

Sebagai strategi mitigasi ke depan, BTN menerapkan pendekatan yang lebih tersegmentasi sesuai profil risiko debitur dan memperkuat early warning system

Selain itu, bank kini lebih selektif dalam menyalurkan KPR dengan memprioritaskan nasabah payroll atau nasabah yang sudah masuk dalam ekosistem BTN. Untuk menjaga margin, bank juga berencana melakukan penyesuaian bunga floating secara bertahap.

Dari sisi kinerja, BTN optimistis dapat menjaga kualitas kredit tetap membaik meski tekanan makroekonomi masih membayangi. 

Untuk tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR sebesar 9% hingga 10% dengan fokus utama pada debitur yang memiliki kapasitas pembayaran (repayment capacity) yang kuat. 

Hingga kuartal I-2026, KPR non-subsidi BTN tercatat tumbuh 5,4% secara tahunan menjadi Rp112,56 triliun, sementara KPR subsidi tumbuh 7,7% menjadi Rp193,55 triliun.

Terkini