Rupiah Melemah, Phapros (PEHA) Terapkan Strategi Hedging dan Efisiensi

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:19:31 WIB
Emiten farmasi Grup Biofarma, PT Phapros Tbk. (PEHA).

JAKARTA – Emiten farmasi Grup Biofarma, PT Phapros Tbk. (PEHA), tengah mengimplementasikan serangkaian strategi mitigasi untuk menjaga stabilitas kinerja tahun 2026 di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Pelemahan rupiah dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama pada komponen bahan baku impor dan biaya logistik.

Direktur Produksi Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, mengungkapkan bahwa perseroan merespons situasi ini dengan langkah cepat. "Kami langsung merespons dengan cepat, misalnya menyusun beberapa skenario atas tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS," ujar Ida dalam paparan publik, Kamis (11/6/2026).

Langkah konkret yang dilakukan PEHA meliputi:

Strategi Hedging: Melakukan lindung nilai untuk meminimalisasi risiko mata uang.

Diversifikasi Sumber Bahan Baku: Mencari lebih dari satu supplier guna mendapatkan celah efisiensi harga.

Optimalisasi Mata Uang: Menggunakan mata uang selain dolar AS dalam transaksi internasional, seperti Renminbi (yuan China) dan Euro.

Kontrak Jangka Panjang: Mengunci harga pengadaan bahan baku sejak awal tahun untuk menghindari dampak kenaikan harga akibat volatilitas kurs.

Renegosiasi Kontrak: Melakukan diskusi dengan supplier luar negeri guna memastikan harga produk tetap kompetitif.

Upaya ini melengkapi fokus perusahaan terhadap efisiensi operasional di seluruh divisi. 

Kinerja PEHA sendiri menunjukkan tren positif setelah berhasil berbalik untung pada tahun 2025 dengan laba bersih mencapai Rp28,03 miliar, didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 26,34% YoY menjadi Rp940,88 miliar. 

Seluruh segmen produk, baik obat bebas, generik, maupun ethical, mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan, yang menjadi modal kuat bagi perseroan dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun ini.

Terkini