Fundamental Kuat, Wamenperin Sebut Industri Tekstil Tahan Terhadap Gejolak Rupiah

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:42:01 WIB
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza.

JAKARTA – Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional memiliki fundamental yang kuat sehingga tidak terlalu terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah maupun fluktuasi pasar modal. 

Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke PT Gajah Angkasa Perkasa di Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026).

Faisol menilai bahwa di tengah dinamika ekonomi global, justru terdapat peluang bagi industri nasional untuk tumbuh. 

"Belakangan banyak isu bahwa kenaikan mata uang asing dan penekanan rupiah seolah-olah pengaruhnya besar pada industri. Tapi kita tahu justru sekarang sektor-sektor tertentu mengalami panen peluang," ujar Faisol dalam keterangan resminya.

Dalam kunjungan tersebut, Faisol memberikan apresiasi kepada PT Gajah Angkasa Perkasa yang sukses menembus pasar ekspor dengan produk berdaya saing tinggi. 

Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung industri tekstil dengan memperketat pengawasan di perbatasan untuk meminimalisasi masuknya barang ilegal yang dapat merusak harga pasar domestik, sesuai arahan Presiden.

Direktur Gajah Group, Dedy Zein, mengungkapkan bahwa perusahaan mampu memproduksi 3 juta meter tekstil dan garmen per bulan. 

Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 85%, produk mereka telah digunakan untuk kebutuhan seragam militer dan pemerintahan di berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, dan India. 

Ke depan, perusahaan berencana memperluas jangkauan ekspor ke sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Pasifik dengan fokus pada produk bahan jadi dan seragam khusus.

Terkini