Sebanyak 50 Kursi Kedokteran Unima Dibiayai Penuh Pemda Sulut

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:05:02 WIB
Gubernur Yulius Selvanus bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto menghadiri peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (UNIMA), Kamis (11/6/2026).

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (Unima) atas penyediaan kuota 50 mahasiswa lokal yang dibiayai penuh oleh jajaran pemerintah daerah di Sulawesi Utara.

"Kami memahami bahwa tantangan kesehatan Indonesia saat ini tidak semata-mata jumlah dokter, tetapi juga distribusi dokter untuk bertugas di daerah yang memang membutuhkan. Sungguh, saya bahagia, bahwa selain Unima membuka FK, ternyata memperluas akses mahasiswa baru dari tiap kota, kabupaten, dan provinsi. Ini adalah capaian luar biasa," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menteri Brian berpandangan kalau pembentukan sumber daya manusia (SDM) pada sektor kesehatan berstatus sebagai investasi jangka panjang yang nilainya tidak dapat diukur dari sudut pandang biaya semata.

Ia menganggap format yang diimplementasikan oleh FK Unima menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara universitas dan pemerintah daerah mampu melahirkan jalan keluar konkret bagi hajat hidup masyarakat luas.

Oleh karena itu, Brian menyatakan bahwa jajaran di Kemdiktisaintek telah meneliti dan bersiap menyebarkan model penyaringan mahasiswa FK Unima ke berbagai fakultas kedokteran lain di Indonesia guna mendorong pemerataan tenaga medis.

Mendiktisaintek juga menitipkan amanat kepada para mahasiswa angkatan pertama FK Unima supaya memaksimalkan program beasiswa tersebut dengan penuh tanggung jawab demi menghadirkan pelayanan kesehatan bermutu di daerah masing-masing.

Merespons arahan itu, Rektor Unima Joseph Philip Kambey membeberkan kalau penjaringan mahasiswa baru angkatan pertama FK Unima ini dieksekusi lewat jalur rekomendasi pemerintah kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara atas inisiasi pemprov setempat.

Sistem pengalokasian tersebut menyatukan antara program afirmasi wilayah dengan ujian akademik berskala nasional serta psikotes yang ketat, yang pengerjaannya dikawal langsung oleh FK Universitas Brawijaya selaku pembina.

Sebanyak 50 bangku perkuliahan dialokasikan lewat skema pembiayaan penuh dari dana anggaran pemerintah daerah, yang porsinya dibagi secara berimbang antara jajaran pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota.

Kendati begitu, pihak Unima tetap mengedepankan aspek mutu para calon mahasiswa, di mana pada seleksi fase awal baru ada 37 peserta yang lolos batas kelulusan nasional sehingga sisa 13 bangku kosong akan disaring kembali pada fase selanjutnya.

"Kami meyakini langkah yang kami resmikan hari ini akan menjadi gelombang perubahan besar di masa depan. Dengan dukungan dari Kemdiktisaintek, pemerintah Sulawesi Utara, para kepala daerah, dan bimbingan tiada henti dari FK Universitas Brawijaya sebagai mentor, FK Unima akan tegak berdiri menjadi mercusuar keadilan kesehatan," tutur Joseph Kambey.\

Terkini