Kebiasaan Menahan Buang Air Kecil Ganggu Fungsi Kandung Kemih

Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:50:01 WIB
Ilustrasi Menahan Buang Air Kecil.

JAKARTA – Keinginan untuk menunda buang air kecil ke kamar mandi sering sekali dilakukan oleh sebagian individu demi merampungkan pekerjaan terlebih dahulu.

Padahal, perilaku tersebut menyimpan risiko dampak yang kurang baik bagi kondisi kesehatan organ kandung kemih.

Pakar uro-onkolog yang praktik di Apollo Hospitals, Bannerghatta Road, Bangalore, dr. Manish C.A memaparkan bahwa kebiasaan menunda panggilan alam tersebut jika dikerjakan secara konstan dalam kurun waktu yang lama bisa berakibat buruk.

Seiring berjalannya waktu, kandung kemih akan dipaksa bekerja lebih keras guna menampung cairan urine dalam jangka waktu yang jauh lebih lama daripada kapasitas normalnya.

“Rata-rata orang dewasa buang air kecil setiap tiga hingga empat jam pada siang hari,” kata Dr. Manish, dikutip laporan Hindustan Times, Kamis (11/6), waktu setempat.

Intensitas pengeluaran urine ini sejatinya turut dipengaruhi oleh bermacam-macam aspek, mulai dari volume cairan yang diminum, intensitas kegiatan fisik, hingga daya tampung kandung kemih dari tiap-tiap orang.

Persoalan medis bakal mulai timbul saat seseorang secara berulang kali mengabaikan sinyal alami yang dipancarkan oleh kandung kemih menuju organ otak.

Walaupun organ kandung kemih memang dikonstruksikan untuk menampung cairan urine, Dr. Manish mewanti-wanti bahwa perilaku menahannya secara berlebihan berpotensi menurunkan kekuatan fungsinya.

“Orang yang sering menahan buang air kecil dapat mengalami masalah seperti urgensi, frekuensi, retensi urin, atau ISK jika dia cenderung mengalami kondisi tersebut,” tutur dia.

Dr. Manish juga mengingatkan sejumlah kalangan masyarakat yang membawa faktor risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan akibat retensi urine ini agar bersikap lebih waspada.

Kelompok rentan tersebut di antaranya meliputi para penderita diabetes, pasien dengan masalah pembesaran prostat, orang yang mengalami kendala neurologis, hingga mereka yang memiliki rekam medis infeksi saluran kemih (ISK).

Berdasarkan pemaparan Dr. Manish, menyempatkan waktu menuju kamar mandi sejatinya tidak boleh dipandang sebagai sebuah urusan yang dapat diundur begitu saja secara bebas.

Upaya merawat kebugaran kandung kemih sebetulnya tidak memerlukan metode yang rumit atau menyulitkan.

Langkah instan seperti mencukupi asupan air minum harian serta tidak menolak dorongan saat ingin berkemih sudah sangat menolong dalam meminimalkan rupa-rupa keluhan medis di masa depan.

“Yang selalu saya sampaikan kepada pasien adalah memastikan mereka minum cukup air dan meluangkan beberapa menit dari kesibukan mereka untuk pergi ke toilet. Saran saya sederhana: dengarkan kandung kemih Anda,” ujar dia.

Terkini