Tarif TransJabodetabek Blok M Bandara Masih Rp 3.500 Usai Promo

Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:29:31 WIB
Ilustrasi Bus TransJakarta.

JAKARTA – Periode promo kompensasi tarif untuk operasional layanan angkutan umum TransJabodetabek SH2 dengan trayek Blok M menuju Bandara dipastikan telah resmi selesai setelah berjalan selama kurun waktu tiga bulan, terhitung semenjak perdana mengaspal pada 12 Maret 2026.

Kendati demikian, sampai dengan saat ini besaran nominal biaya perjalanan pada koridor penghubung tersebut terpantau belum mengalami grafik perubahan nilai dan masih dipatok stabil di angka Rp 3.500.

“Ya sementara masih tarif yang sama, dalam waktu segera akan segera diputuskan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, seperti dilaporkan Kompas.com pada Jumat (12/6/2026).

Pramono menguraikan lebih lanjut bahwasanya perumusan kebijakan mengenai besaran angka tarif baru untuk TransJabodetabek tersebut saat ini masih berada dalam tahapan finalisasi oleh pihak pemangku kebijakan terkait.

Oleh karena itu, untuk masa tenggang sementara waktu ini, biaya operasional layanan transportasi TransJabodetabek masih akan terus menggunakan skema tarif lama yang kini tengah berlaku aktif di tengah masyarakat.

“Pokoknya segera difinalkan,” ujar dia.

Sebelum momentum ini terjadi, Pramono sejatinya sempat mengutarakan indikasi bahwa skema tarif komersial TransJabodetabek SH2 rute Blok M menuju Bandara ini nantinya bakal disiapkan dengan nominal baru yang lebih tinggi.

Meski demikian, angka nominal baru yang sedang dirumuskan tersebut diklaim bakal tetap berada dalam koridor batas kemampuan finansial warga jika dikomparasikan dengan ongkos moda transportasi umum lain yang mengarah ke bandara.

"Waktu itu saya juga menyampaikan enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp 3.500, karena naik Damri, naik yang lain itu sudah rata-rata di atas Rp 100.000," kata dia, seperti dikutip Kompas.com.

Jajaran otoritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggap kebijakan tarif senilai Rp 3.500 untuk kondisi sekarang ini sudah tidak lagi relevan untuk diimplementasikan pada trayek perjalanan antarkota yang memiliki bentang jarak tempuh cukup jauh.

Atas dasar pertimbangan tersebut, pihak internal Pemprov DKI Jakarta kini tengah mengalkulasi formulasi penyesuaian nilai tarif TransJabodetabek Blok M-Bandara yang dinilai jauh lebih logis dan rasional demi mendukung kesinambungan operasional rute.

"Maka dengan demikian akan ada penyesuaian, angkanya akan segera diputuskan dalam waktu dekat ini," ujar dia.

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sempat memberikan proyeksi bahwa pergeseran angka tarif bus bandara ini kemungkinan bakal bertengger pada kisaran nominal Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000.

Akan tetapi, Pramono terpantau masih enggan memberikan konfirmasi ataupun validasi resmi seputar kebenaran dari pernyataan asumsi angka yang dilontarkan oleh wakilnya tersebut.

"Nanti saya yang putuskan," ujar Pramono.

Terlepas dari perdebatan urusan tarif, Pramono memaparkan laporan ringkas perihal hasil evaluasi sementara terhadap performa operasional koridor TransJabodetabek Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta yang telah mengudara selama triwulan pertama.

Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat keterisian serta kuantitas volume peminat dari pengguna jasa rute tersebut diklaim telah sukses melesat jauh melampaui target batas atas yang sebelumnya dipatok oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Evaluasinya sebenernya sederhana aja, peminatnya tinggi banget,” tutur Pramono.

Pihak birokrasi pemerintahan pada awalnya sekadar mematok target moderat pada kisaran angka 2.000 orang pengguna per hari untuk operasional armada bus bandara ini.

Namun, pada realisasinya di lapangan, jumlah pergerakan penumpang harian justru mampu mendobrak dan melampaui target yang dicanangkan tersebut.

Pramono menarik kesimpulan bahwa tingginya animo masyarakat dipicu oleh masifnya kebutuhan perjalanan publik menuju bandara, ditambah aspek efisiensi waktu tempuh armada bus yang kompetitif karena ditunjang oleh kepemilikan jalur sterilisasi mandiri.

“Dan sekarang ini yang menggunakan bus itu dibandingkan dengan transportasi lain, mereka lebih rata-rata lebih cepat karena punya apa akses tersendiri dan itu keuntungannya,” sambungnya.

Terkini