Tanggapi Film 'Pesta Babi', Mentan Amran Pertegas Program Pangan Papua

Minggu, 14 Juni 2026 | 16:39:02 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara menanggapi film dokumenter bertajuk Pesta Babi yang menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan di Papua Selatan terhadap tanah dan ruang hidup masyarakat setempat.

Amran menegaskan bahwa pengembangan pangan di Papua adalah langkah strategis negara untuk menjamin ketahanan pangan nasional di tengah laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai 3,5 hingga 4 juta jiwa per tahun. 

"Kalau tidak ditambah, tidak ada PSN untuk padi, sagu, ubi, sementara penduduk bertambah... pangannya dari mana? Kelaparan tidak? Ini kita bangun untuk keberlanjutan Republik Indonesia," ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan komoditas lokal seperti sagu dan ubi tetap menjadi prioritas selain padi. 

Amran secara tegas membantah tudingan bahwa masyarakat tidak menikmati manfaat dari program ini. 

Menurutnya, lahan seluas 40 ribu hektare yang digunakan adalah milik masyarakat setempat, bukan milik negara, BUMN, maupun swasta.

"Itu kejam fitnanya kalau dikatakan masyarakat tidak menikmati manfaatnya," tegas Amran.

Pemerintah, lanjut Amran, justru memberikan berbagai dukungan berupa bantuan alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan irigasi, serta pendampingan teknis. 

Ia mengklaim produktivitas petani telah meningkat signifikan berkat teknologi pertanian modern. 

Jika sebelumnya petani hanya mampu memanen satu kali dalam setahun dengan hasil 3 ton per hektare, kini petani bisa memanen hingga tiga kali dalam setahun dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare.

Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dhandy Laksono dan Cypri Dale sendiri menyoroti persoalan perampasan tanah adat dan krisis ekologis yang dinilai timbul akibat sejumlah PSN di Papua Selatan.

Terkini