Presiden Jerman Lewati Terowongan Silaturahmi Istiqlal Katedral

Senin, 15 Juni 2026 | 18:20:02 WIB
Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

JAKARTA - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menjadwalkan kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan yang dilakukan dengan melewati Terowongan Silaturahmi ini bertujuan untuk melihat secara langsung praktik toleransi kehidupan beragama di Indonesia.

"Dan juga selama kunjungan yang kami adakan selama hari ini, termasuk kunjungan sebentar lagi ke Misjid Istiqlal dan jalan melalui terowongan persahabatan menuju Katedral Jakarta," kata Presiden Steinmeier dalam pidatonya di Istana Merdeka Jakarta, Senin.

Agenda kunjungan tersebut rencananya akan dilaksanakan setelah selesai pertemuan bilateral serta jamuan makan siang resmi bersama Presiden RI Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda resmi Kepala Negara Jerman selama berada di Jakarta.

Steinmeier mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengetahui bagaimana kondisi kerukunan antarumat beragama yang ada di Indonesia. Hal ini didasarkan pada pengalaman yang ia dapatkan dari kunjungan-kunjungan sebelumnya.

Menurut pandangannya, nilai-nilai toleransi beragama di Indonesia terus dipelihara dan dijaga secara konsisten. Nilai positif tersebut juga menjadi salah satu titik kesamaan yang mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Jerman.

Terowongan Silaturahmi yang dibangun sebagai penghubung kedua rumah ibadah lintas iman tersebut menjadi sebuah simbol nyata dari kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Pemerintah Jerman menilai bahwa segala upaya dalam merawat toleransi serta keberagaman merupakan hal positif yang sangat layak untuk mendapatkan apresiasi.

Lewat agenda kunjungan ini, Steinmeier juga ingin memperlihatkan rasa penghormatan yang tinggi terhadap keberagaman budaya serta keyakinan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Isu kebudayaan dan toleransi ini turut masuk dalam pembahasan dialog bilateral kedua negara.

Terowongan Silaturahmi yang memiliki panjang 34 meter itu sendiri telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Desember 2024. Hingga saat ini, bangunan tersebut menjadi salah satu ikon penting simbol kedamaian umat beragama di Indonesia.

Untuk sekarang, akses masuk ke Terowongan Silaturahmi memang belum dibuka secara reguler bagi kunjungan wisata umum. Pemanfaatannya sejauh ini masih diprioritaskan untuk acara kenegaraan, kunjungan tamu penting, atau kegiatan khusus yang sudah berkoordinasi dengan pengelola kedua rumah ibadah.

Terkini