Ketua KPPU M Fanshurullah Asa Kenalkan Teori Konstanta Asa

Senin, 15 Juni 2026 | 18:33:01 WIB
Ketua KPPU M Fanshurullah.

JAKARTA - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa resmi dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan (Honorary Professor) Bidang Ilmu Teknik Sipil dengan Spesialisasi Manajemen Konstruksi. Pengukuhan dilakukan oleh Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik.

Dalam orasi ilmiahnya, pria yang akrab disapa Ifan ini memperkenalkan sebuah konsep baru yang dinamakan "Konstanta Asa". Konsep temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan sistem manajemen yang dilakukan secara konsisten mampu mendongkrak produktivitas ekonomi tanpa perlu menambah modal maupun tenaga kerja baru.

Temuan ilmiah tersebut didasarkan pada penelitian mengenai implementasi sistem manajemen mutu. Hasil riset membuktikan bahwa tata kelola yang baik dapat menciptakan efisiensi biaya, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak luas (multiplier effect) pada fungsi produksi nasional.

"Perbaikan sistem manajemen yang dilakukan secara konsisten mampu meningkatkan output ekonomi. Artinya, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal dan tenaga kerja, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan manajemen," ujar Ketua KPPU dalam orasinya.

Menurut pandangannya, pembangunan ekonomi pada era modern tidak bisa lagi hanya mengandalkan aspek investasi dan sumber daya manusia semata. Faktor kemajuan teknologi, mutu tata kelola, serta iklim kompetisi usaha yang sehat memiliki peran yang sama krusialnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ia menjabarkan bahwa pembangunan nasional wajib ditopang oleh tiga pilar utama yang saling menguatkan. Tiga pilar tersebut yaitu efisiensi produksi lewat ekonomi dan teknologi, mutu tata kelola melalui sistem manajemen prima, serta struktur pasar kompetitif melalui kebijakan hukum persaingan usaha.

Ketiga elemen tersebut dinilai harus bergerak secara seimbang dan selaras. Tanpa adanya efisiensi, proses pembangunan akan menjadi mahal. Tanpa tata kelola yang baik, pembangunan menjadi tidak terarah, dan tanpa persaingan sehat, pembangunan akan kehilangan asas keadilan serta daya dorong produktivitas.

Konstanta Asa memberikan pembuktian bahwa kenaikan produktivitas tidak selamanya harus bertumpu pada penambahan nilai investasi yang besar. Hal ini juga dapat diwujudkan lewat penguatan tata kelola organisasi, inovasi berkelanjutan, serta iklim persaingan usaha yang sehat di pasar.

Ifan memberikan penilaian bahwa sektor konstruksi, energi, dan infrastruktur merupakan contoh riil bagaimana tata kelola serta persaingan sehat menentukan mutu pembangunan. Tindakan persekongkolan tender, hambatan masuk pasar, maupun dominasi struktur pasar tertentu berpotensi membengkakkan biaya.

Oleh sebab itu, KPPU berkomitmen penuh untuk terus mendorong penguatan penegakan hukum persaingan usaha. Lembaga ini juga gencar mengembangkan Program Kepatuhan Persaingan Usaha demi mewujudkan ekosistem pasar yang lebih kompetitif, efisien, dan adil bagi semua pihak.

Terdapat delapan pilar strategis yang ditawarkan Ifan sebagai solusi konkret menaikkan tata kelola serta daya saing sektor konstruksi dan energi. Langkah ini meliputi percepatan pembaruan regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah lewat LKPP hingga pembentukan Dewan Insinyur Indonesia yang berdaulat.

Solusi lainnya ialah penguatan program kepatuhan KPPU, penerapan wajib standar ISO 21500 dalam lelang, integrasi manajemen proyek dengan aspek mutu serta K3, reformasi LPJK, optimalisasi pengawasan investasi gas bumi, serta percepatan program jargas empat juta sambungan rumah tangga.

Seluruh pilar strategis tersebut dirancang untuk mewujudkan iklim pembangunan yang jauh lebih efisien, transparan, dan kompetitif. Tujuan akhirnya adalah memperkuat produktivitas nasional melalui tata kelola yang baik, standar manajemen modern, dan persaingan sehat.

Acara pengukuhan sakral ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto, serta Kepala BPKN Muhammad Mufti Mubarok. Hadir pula jajaran Senat Akademik UNISSULA, para Guru Besar, pelaku usaha, dan pejabat teras KPPU.

Terkini