Kementerian P2MI Bidik Peluang Kerja Lulusan SMK untuk Go Global

Senin, 15 Juni 2026 | 22:11:02 WIB
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) terus memacu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten untuk memiliki kompetensi global sehingga dapat menyerap peluang kerja sektor formal di ranah internasional.

Langkah strategis tersebut diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) komprehensif antara KP2MI, Pemerintah Provinsi Banten, Ikatan Alumni Mahasiswa Untirta, PT Krakatau Steel, serta SMK YPWKS Cilegon di Kota Cilegon, Banten, Senin.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, mengutarakan bahwa jalinan kerja sama dengan instansi pendidikan vokasi seperti SMK menjadi kunci utama mencetak tenaga kerja terampil (skilled worker).

"Lulusan SMK, vokasi, hingga perguruan tinggi kini menjadikan luar negeri sebagai alternatif karir yang menjanjikan. Kami menuju era di mana adik-adik kami yang produktif ini memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan oleh lintas negara," ujar Dwi.

Dwi menjabarkan bahwa deretan negara maju saat ini tengah didera fenomena penuaan penduduk (aging population), yang membuat mereka sangat memerlukan pasokan tenaga kerja terampil dari negara pemilik bonus demografi layaknya Indonesia.

Peluang bagi para lulusan SMK terbuka sangat luas di berbagai bidang, mulai dari sektor kesehatan, manufaktur, perhotelan, konstruksi, hingga keahlian khusus pengelasan yang terbukti mempunyai nilai jual serta apresiasi tinggi di luar negeri.

Demi menyukseskan visi besar "SMK Go Global" tersebut, pihak KP2MI menitikberatkan pentingnya proses pematangan kualifikasi yang matang semenjak para siswa masih menempuh masa pendidikan di bangku sekolah.

"Penyiapan tidak hanya pada hard skill atau teknis, tetapi yang terpenting adalah bahasa dan sikap mental. Saya melihat di SMK sudah mulai belajar bahasa Jepang, itu adalah langkah yang sangat baik," katanya.

Melalui skema persiapan yang tersinkronisasi ini, daya jangkau lulusan SMK tidak lagi terbatas pada kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, namun telah meluas sampai ke benua Eropa.

Dwi memaparkan bahwa KP2MI baru saja meresmikan kesepakatan untuk sektor perhotelan dan kesehatan di Jerman, serta tengah membidik negara-negara Eropa lainnya seperti Austria, Italia, dan Spanyol.

Lebih lanjut, Dwi merasa optimis bahwa program pengiriman tenaga kerja terampil lulusan vokasi ini mampu mendongkrak serapan pekerja migran asal Banten dengan jaminan keamanan yang tinggi serta minim kendala.

"Jika lulusan SMK ini disiapkan bahasanya, skill teknis nya, dan didaftarkan melalui jalur resmi (SISKO P2MI), kami bisa menargetkan penempatan Banten naik menjadi 5.000 hingga 10.000 pekerja, dan yang paling penting adalah zero tolerance terhadap kasus karena semua melalui prosedur yang legal," kata Dwi menegaskan.

Terkini