Ni Luh Puspa Apresiasi Konsistensi Penyelenggaraan Pekan Kesenian Bali

Senin, 15 Juni 2026 | 23:48:31 WIB
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan bahwa gelaran seni serta adat budaya memiliki potensi besar untuk menjadi magnet utama suatu objek wisata yang efektif mendongkrak angka kunjungan pelancong.

"Atraksi atau pentas kesenian merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan. Ditambah lagi pelaksanaannya bertepatan dengan libur sekolah dan musim liburan musim panas," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Saat menghadiri pembukaan Pekan Kesenian Bali (PKB) 2026 di Denpasar, Sabtu (13/6), Ni Luh menguraikan bahwa festival yang mengusung tajuk “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” ini bergulir dari 13 Juni sampai 11 Juli 2026. Agenda tahunan tersebut kini telah menginjak perayaan yang ke-48 dan sukses menembus kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

Penyelenggaraan PKB pada tahun ini menyuguhkan proteksi ragam karya seni yang berfungsi sebagai ruang kontemplasi budaya, sekaligus memperkokoh komitmen pariwisata dalam merawat keselarasan dimensi kesucian, sosial, hingga alam pada sendi kehidupan warga Bali.

Catatan tersebut mempertegas eksistensi PKB yang konsisten sebagai panggung kebudayaan tahunan paling megah sekaligus paling tua di Pulau Dewata sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1979 silam.

Di sisi lain, masuknya PKB dalam lingkaran KEN mengindikasikan bahwa festival ini bukan sekadar agenda krusial bagi publik Bali, melainkan sudah berevolusi menjadi salah satu program budaya unggulan Indonesia yang memikat atensi publik domestik hingga mancanegara.

“Ini menunjukkan kuatnya komitmen Bali dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” kata dia.

Melalui momentum ini, ia menaruh harapan besar agar pelaksanaan PKB 2026 mampu menjaring angka kunjungan melampaui target 1,6 juta orang pelancong.

Gubernur Bali I Wayan Koster yang membuka perhelatan tersebut secara resmi mengutarakan rasa bangganya terhadap partisipasi aktif generasi muda, bahkan anak-anak usia dini, dalam berbagai atraksi seni yang dipentaskan pada PKB 2026.

“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali berlangsung secara nyata dan berkelanjutan. Seni dan budaya Bali mampu bertahan sekaligus berkembang menghadapi dinamika lokal, nasional, maupun global,” ujar Koster.

Koster menandaskan bahwa kebudayaan merupakan pilar fundamental dalam roda pembangunan di Bali yang mengakar kuat pada pelbagai lini kehidupan. Sektor kebudayaan dinilai memegang peran vital, mulai dari fondasi utama pariwisata Bali, hulu lahirnya kreasi seni yang inovatif, hingga motor penggerak ekonomi kreatif.

Pada prosesi pembukaan tersebut, Ni Luh Puspa juga menyempatkan diri menonton Peed Aya atau parade budaya yang menyajikan hasil kurasi potensi lokal dari wilayah Bali.

Pawai agung itu memamerkan kekayaan khazanah seni, adat, panorama alam, ekonomi, serta pariwisata dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali, meliputi Buleleng, Badung, Jembrana, Tabanan, Bangli, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Denpasar.

Sebagai wujud apresiasi atas konsistensi PKB yang kembali lolos dalam program KEN 2026, Ni Luh menyerahkan piagam penghargaan Karisma Event Nusantara secara langsung kepada Gubernur Bali.

Agenda peninjauan kerja Wamenpar kemudian berlanjut pada malam hari bersama Gubernur Bali untuk menghadiri Rekasadana atau pentas seni di Ardha Chandra Art Centre, Denpasar, yang menjadi bagian utuh dari rangkaian PKB 2026.

Terkini