Inovasi Warga Dharmasraya Sulap Limbah Sampah Plastik Menjadi Solar

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:25:31 WIB
Limbah Sampah Plastik Menjadi Solar.

JAKARTA - Unit Usaha Gaharu Empowerment Center Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) sukses memproses limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Limbah yang selama ini menjadi kendala krusial, berhasil dikonversi oleh tangan-tangan kreatif menjadi bahan bakar alternatif yang hasil produksinya diberi tajuk Petasol.

"Saat ini Petasol sudah dijual kepada masyarakat dengan harga 15.000 ribu per liter. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan Pertadex mencapai 24.000 ribu per liter," kata Pengelola Unit usaha Gaharu Empowerment Center, Aipda Alfajri di Pulau Punjung, Jumat.

Ia mengutarakan bahwa terobosan tersebut tercipta berkat kerja sama dirinya bersama wali nagari serta sokongan penuh dari Kapolres Dharmasraya. Pada awal merintis program, ia menebus mesin pengolah sampah plastik untuk meramu bahan dasar.

Aipda Alfajri yang mengemban tugas sebagai Bhabinkamtibmas Nagari (Desa Adat) Sungai Duo itu menyampaikan jika teknologi yang diterapkan sanggup mengonversi sampah plastik kering menjadi BBM lewat rasio perbandingan 1-1.

Ia menguraikan bahwa alat pengolahan yang tersedia mampu memproses sebanyak 65 kilogram sampah plastik setiap harinya, serta memproduksi kisaran 58 liter bahan bakar setara solar.

“Kurang lebih dua bulan beroperasi, kami sudah memproduksi sekitar 10 jiriken solar ukuran 30 liter . Dengan total bahan bakunya mencapai satu ton limbah plastik yang sudah diolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam rantai pengadaan sampah pihak pengelola berkolaborasi dengan kader dasawisma, di mana bahan baku ditebus senilai Rp500 per kilogram, kemudian dibeli lagi seharga Rp1.000 per kilogram.

“Selisih 500 rupiah digunakan untuk mendukung program di nagari. Uangnya kami serahkan kepada kader untuk dimanfaatkan membantu penanganan stunting,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardayo Putro memberikan sokongan penuh bagi sinergi Bhabinkamtibmas bersama Pemerintah Nagari Sungai Duo yang berinovasi mengubah sampah menjadi program bernilai ekonomi.

Ia memaparkan langkah ini menjadi terobosan yang patut direplikasi oleh anggota Bhabinkamtibmas lainnya lantaran sanggup menghadirkan kondisi lingkungan yang asri serta higienis.

"Kami dukung penuh apa yang di lakukan oleh anggota, dan upaya ini akan memberikan manfaat yang luas, mulai dari menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah, dan juga bernilai ekonomi tentunya,"

Pada kesempatan lain, Wali Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Ali Amran mengutarakan bahwa gairah berinovasi ini berakar dari problematika pengelolaan sampah yang kian kompleks.

"Kami ingin tidak hanya melarang masyarakat membuang sampah sembarangan, tetapi pemerintah nagari bersama babinkamtibmas memberi solusi bagaimana mengolah sampah menjadi nilai ekonomi," katanya.

Terkini