JAKARTA - Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), menyampaikan bahwa serangan stroke sering ditandai dengan gejala yang tidak disadari oleh penderitanya.
Menurutnya, salah satu gejala yang sering terabaikan adalah vertigo atau sensasi pusing berputar yang muncul secara mendadak. Meski tidak semua vertigo berarti stroke, kondisi ini perlu diwaspadai jika terjadi pada individu yang memiliki faktor risiko.
“Tapi kadang ada gejala yang kadang sulit atau tidak disadari, salah satu yang sering itu vertigo. Bukan berarti setiap yang vertigo itu stroke, tapi salah satu yang kami pikirkan kalau seseorang itu mempunyai faktor risiko lalu mengalami tiba-tiba pusing berputar, bisa saja mengarah ke suatu gejala stroke,” kata dokter yang akrab disapa Sena tersebut di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Selain vertigo, gangguan penglihatan seperti pandangan gelap atau buram yang tiba-tiba sering kali dianggap sebagai kelelahan biasa, sehingga penderita terlambat mendapatkan penanganan medis.
Sena menekankan bahwa stroke merupakan penyakit vaskular yang memiliki karakter kejadian mendadak. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda serangan melalui metode “SeGeRa Ke RS”.
Tanda tersebut mencakup senyum tidak simetris, gerak anggota tubuh melemah, bicara pelo, kebas, rabun, serta sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba.
“Kalau tiba-tiba satu sisi wajah tidak aktif, kurang begitu terlihat ekspresinya, maka itu menunjukkan juga gejala stroke. Kalau memang itu kejadian terjadi secara mendadak, maka harus segera ke rumah sakit. Jadi itu gejala yang paling sering bisa ditemukan,” ujar dia.