SHID Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 12 Persen pada Tahun 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 17:30:31 WIB
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID).

JAKARTA - PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID) mencanangkan target pertumbuhan untuk pos pendapatan berkisar 12 persen menjadi Rp155,8 miliar pada tahun 2026.

Pihak SHID pun telah merumuskan tiga pilar strategi utama pada tahun 2026 demi memperkokoh capaian performa usaha di tengah ketatnya tantangan industri perhotelan, yang meliputi penguatan efisiensi operasional, langkah diversifikasi sumber pendapatan, serta optimalisasi komposisi pangsa pelanggan.

Direktur Hotel Sahid Jaya International Dhanadi Kusuma Wardana Sukamdani memaparkan bahwa perseroan bakal menitikberatkan peta jalan strateginya pada sektor penguatan fundamental keuangan lewat pengelolaan arus kas yang disiplin, langkah efisiensi pengeluaran modal, serta optimalisasi utilitas aset.

“Perseroan mengidentifikasi tiga leverage prioritas untuk menjawab tantangan biaya dan operasional jangka pendek. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga profitabilitas di tengah kondisi pasar yang dinamis,” ujar Dhanadi dalam agenda Paparan Publik, Jumat (19/6/2026).

Target perolehan omzet senilai Rp155,8 miliar pada tahun 2026 tersebut merepresentasikan kenaikan sekitar 12 persen bila disandingkan dengan target tahun 2025 yang senilai Rp137 miliar, sekaligus melesat hingga 20 persen dari realisasi pendapatan tahun 2025 yang berada di angka Rp123,9 miliar.

Dhanadi menguraikan bahwa realisasi pertumbuhan tersebut ke depannya bakal ditopang penuh oleh implementasi taktik diversifikasi bisnis, dengan mempertegas penetrasi ke segmen korporasi, ekspansi lini gerai food and beverage (F&B), serta kerja sama dengan event organizer maupun komunitas guna memacu aktivitas kegiatan di properti milik perseroan.

Bila ditinjau dari sisi postur kontribusi pendapatan, manajemen SHID mengincar segmen lini F&B untuk bertindak sebagai motor penyumbang utama dengan porsi mencapai 52,2 persen, sedangkan target dari lini sewa kamar dipatok sebesar 43,3 persen.

Akselerasi porsi F&B ini dieksekusi sejalan dengan adanya pergeseran pada bagan struktur permintaan pasar, di mana performa sumbangan dari segmen meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) terpantau mengalami tren penyusutan sehingga emiten memindahkan poros fokusnya pada penguatan bisnis non-kamar.

Formulasi langkah taktis ini diharapkan mampu memelihara konsistensi pertumbuhan omzet SHID agar tetap stabil di tengah ketatnya dinamika sektor perhotelan, sekaligus mengukuhkan peran dari lini lifestyle serta kuliner selaku pendorong utama performa perseroan pada tahun 2026.

SHID berkomitmen penuh memaksimalkan potensi sektor F&B dan lifestyle, yang bakal diperkuat lewat penyelenggaraan event, perhelatan wedding, hingga jalinan kemitraan strategis demi memicu lahirnya keran pendapatan baru.

Salah satu rencana proyek yang tengah dimatangkan adalah pengadaan fasilitas lapangan padel di area rooftop lantai 3 melalui skema kolaborasi bersama operator regional Ascaro Padel. Agenda ekspansi ini diharapkan mampu memperkokoh ekosistem F&B, lifestyle, serta wellness di lingkungan properti hotel.

Manajemen SHID pun tengah merancang blueprint pengembangan untuk fasilitas spa dan gym pada area sekitar kolam renang di lantai 3 dengan menggandeng pihak investor eksternal.

Di samping itu, guna mengerek angka tingkat hunian, pihak emiten melakukan langkah diversifikasi pangsa pelanggan, dengan memfokuskan bidikan pada sektor non-government MICE, segmen akomodasi long stay, korporasi swasta, serta konsumen individu maupun kelompok sosial.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas melorotnya kontribusi dari sektor institusi pemerintahan pada lini bisnis kamar, yang sempat menjadi salah satu faktor penekan performa keuangan emiten.

Sepanjang tahun 2025, SHID mencatatkan penurunan perolehan pendapatan menjadi Rp123,99 miliar, dari capaian sebesar Rp155,98-miliar pada tahun buku 2024. Penurunan tersebut utamanya dipicu oleh menciutnya porsi dari segmen instansi pemerintah dalam pemesanan kamar dari level 72 persen ke posisi 50 persen.

Rasio okupansi hotel pun dilaporkan mengalami koreksi ke level 30 persen pada tahun 2025, dari raihan sebesar 43,3 persen pada tahun 2024. Kendati demikian, indeks average room rate (ARR) sukses merangkak naik 14,9 persen menjadi Rp780.112, yang sekaligus mencerminkan efektivitas strategi penyesuaian tarif kamar.

Dhanadi memaparkan bahwa program transformasi bisnis SHID turut merombak postur komposisi penerimaan perusahaan, di mana lini Food & Beverage kini mengamankan posisi sebagai penyumbang terbesar dengan andil 51,5 persen, diikuti oleh sektor penyewaan kamar hotel sebesar 35,5 persen.

Transformasi ini mempertegas adanya migrasi poros bisnis utama SHID yang saat ini tidak lagi bertumpu secara penuh pada lini operasional kamar, melainkan beralih memperkuat bisnis berbasis F&B serta lifestyle sebagai mesin pertumbuhan baru.

Lewat kombinasi strategi tahun 2026 tersebut, manajemen SHID optimistis dapat mengatrol produktivitas aset, mendongkrak tingkat okupansi kamar, serta mengawal keberlanjutan ekspansi usaha di tengah dinamika industri perhotelan nasional.

Pada aspek yang berbeda, para pemegang saham telah memberikan persetujuan penuh atas seluruh mata acara yang dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Sahid pada Jumat (19/6/2026). Salah satu poin keputusannya mengatur tentang perombakan struktur pengurus.

Dhanadi menyebutkan bahwa forum RUPST memberikan lampu hijau atas perubahan susunan direksi perseroan, termasuk mengesahkan surat pengunduran diri dari Hengky Roy yang dinyatakan berlaku efektif semenjak momentum penutupan rapat tersebut.

Forum RUPST juga secara resmi menunjuk Megawati Natalia Sari untuk mengemban tugas sebagai Direktur baru di jajaran manajemen perseroan.

Melalui penetapan keputusan tersebut, maka bagan susunan paling baru untuk dewan direksi serta dewan komisaris dari emiten SHID adalah sebagai berikut:

Direksi Direktur Utama: Hariyadi Budisantoso Sukamdani Direktur: Dhanadi Kusuma Wardana Sukamdani Direktur: Megawati Natalia Sari

Dewan Komisaris Komisaris Utama: Sarwo Budi Wiryanti Sukamdani Wakil Komisaris Utama: Exacty Budiarsi Sryantoro Komisaris Independen: Muhamad Nurdin Komisaris Independen: Beny Roelyawan

Terkini