Herve Renard Bicara karena Tunisia Gugur di Piala Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:40:01 WIB
Herve Renard.

JAKARTA - Pelatih Tunisia, Herve Renard, menyebut kekalahan 0-4 dari Jepang di Grup F Piala Dunia 2026 sebagai hasil yang sangat menyakitkan.

Walau demikian, ia merasa skor telak tersebut sudah sewajarnya mencerminkan perbedaan kualitas antara kedua kesebelasan. Pertandingan itu sendiri berlangsung di Monterrey, Meksiko, pada Minggu (21/6/2026) siang WIB.

Tunisia kini terpaksa menyudahi petualangan mereka di ajang Piala Dunia 2026. Hal ini dipastikan setelah mereka menelan kekalahan kedua secara beruntun dalam babak penyisihan grup.

Sebelumnya, skuad yang berasal dari kawasan Afrika Utara tersebut juga harus mengakui keunggulan lawan pada laga perdana. Mereka takluk dengan skor 1-5 saat berhadapan dengan Swedia.

Renard mengungkapkan bahwa penampilan anak asuhnya di lapangan jauh dari harapan yang dipatok sebelum laga dimulai. Ia pun secara jujur mengakui keunggulan permainan lawan.

Juru taktik tersebut menilai Timnas Jepang memang bermain dengan jauh lebih impresif. Oleh karena itu, skuad Samurai Biru dianggap sangat pantas memetik kemenangan dengan skor meyakinkan.

"Ini bukan penampilan yang kami harapkan. Skor pada pertandingan kedua ini memang berat, tetapi itu mencerminkan perbedaan antara kedua tim malam ini," ujar Renard, sebagaimana dilansir Reuters.

Herve Renard sejatinya baru saja didaulat untuk menukangi skuad Tunisia. Pertandingan berat melawan Jepang ini sekaligus menandai debutnya sebagai pelatih kepala tim tersebut.

Ia didatangkan untuk mengisi posisi peninggalan Sabri Lamouchi yang belum lama ini dipecat. Pemecatan itu merupakan imbas dari kekalahan memalukan 1-5 dari Swedia di partai pembuka Grup F Piala Dunia 2026.

Pada sisi yang berbeda, tambahan tiga poin dari laga kontra Tunisia ini mengantarkan Jepang makin dekat ke fase gugur. Sementara Tunisia dipastikan harus angkat koper lebih awal dari turnamen ini.

Meski diliputi rasa kecewa mendalam akibat rentetan hasil buruk, Renard tetap menuntut para pemainnya menjaga konsentrasi. Pasalnya, mereka masih menyisakan satu laga terakhir untuk dimainkan.

Ia secara tegas meminta seluruh punggawa tim untuk terus menunjukkan sikap profesionalisme tingkat tinggi. Mereka diwajibkan tampil maksimal meski sudah tidak memiliki kepentingan untuk lolos grup.

"Meski kami sudah tersingkir, kami masih memiliki pertandingan ketiga. Kami berada di Piala Dunia dan harus tetap fokus. Penting bagi kami untuk bersiap bertarung dalam pertandingan terakhir melawan Belanda," kata Renard.

Pelatih berkebangsaan Perancis tersebut sangat paham bahwa situasi di dalam ruang ganti saat ini sama sekali tidak mudah. Beban mental para pemain tentu sangat berat seusai kegagalan beruntun.

Dua pil pahit di fase grup telah menutup rapat pintu persaingan merebut tiket babak selanjutnya. Kendati begitu, sang pelatih mendesak anak asuhnya agar tetap memikul tanggung jawab penuh di partai pemungkas.

"Tidak pernah mudah setelah mengalami dua kekalahan dalam dua pertandingan. Namun, kami harus mengambil tanggung jawab dan tetap menjadi profesional sampai akhir," tutur Renard.

Hasil minor saat bersua Jepang ini jelas menjelma menjadi pukulan telak bagi kubu Tunisia. Pasalnya, mereka sempat memelihara asa untuk bisa menghadirkan sebuah kejutan manis di pentas Piala Dunia 2026.

Sayangnya, dominasi tanpa ampun yang ditunjukkan armada Jepang seketika menghancurkan peluang tersebut. Harapan untuk melangkah jauh di kompetisi bergengsi ini pun akhirnya harus sirna ditelan kenyataan.

Dalam jalannya laga, Jepang langsung tampil menekan secara agresif sejak menit awal. Mereka sukses menjaringkan empat gol, di mana dua di antaranya disumbangkan oleh striker andalan Ayase Ueda.

Sementara dua gol sisa bagi pasukan Samurai Biru masing-masing dicetak oleh Daichi Kamada dan Junya Ito. Kini, Tunisia hanya tinggal bersiap menatap pertandingan pamungkas Grup F dengan meladeni kekuatan Belanda.

Kendati peluang untuk melanjutkan langkah sudah tertutup rapat, sang pelatih masih menaruh secercah harapan. Ia ingin timnya sanggup menutup keikutsertaan mereka di turnamen ini dengan suguhan performa yang lebih apik.

Terkini