JAKARTA — PT Blue Bird Tbk (BIRD) sukses membukukan kinerja keuangan impresif sepanjang tahun 2025 dengan meraih pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun, angka tertinggi sejak perusahaan melantai di bursa (IPO).
Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan 13% dibandingkan tahun sebelumnya, diikuti dengan peningkatan laba tahun berjalan sebesar 9% menjadi Rp643 miliar.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham sebagai bentuk apresiasi kepada investor.
"Pencapaian tahun 2025 menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan," ujar Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, Minggu (21/6/2026).
Pertumbuhan solid ini didorong oleh strategi transformasi berbasis 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment) serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk efisiensi distribusi armada. Hingga akhir 2025, Bluebird telah mengoperasikan lebih dari 26.000 armada di 22 kota di Indonesia.
Selain kinerja bisnis, Bluebird juga memperkuat visi keberlanjutan melalui pilar BlueSky (ekspansi kendaraan listrik), BlueLife (program sosial dan beasiswa), serta BlueCorps (tata kelola perusahaan).
Dalam RUPST yang sama, para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali jajaran Komisaris dan Direksi untuk masa jabatan hingga 2029, dengan Bayu Priawan Djokosoetono tetap menjabat sebagai Komisaris Utama dan Adrianto Djokosoetono sebagai Direktur Utama.