Stok MinyaKita Jarang Ditemui Pedagang Alihkan ke Minyak Curah

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:55:02 WIB
Minyak Goreng MinyakKita.

JAKARTA - Masyarakat di wilayah Semarang, Jawa Tengah terpaksa mengubah pilihan konsumsi dengan beralih memakai minyak goreng jenis curah lantaran komoditas MinyaKita kian sulit dijumpai di area pasar tradisional.

Seorang penjual komoditas sembako di Pasar Peterongan bernama Heri memaparkan bahwa pasokan MinyaKita sudah mulai menipis dan langka sejak kurun waktu satu bulan belakangan ini.

"Sudah lebih dua bulan tak dapat datang (MinyaKita)," kata Heri, Selasa (23/6/2026).

Ia mengutarakan ada banyak pembeli setianya merasa kecewa akibat kelangkaan MinyaKita tersebut. Menurut pandangannya, animo publik terhadap MinyaKita tetap tinggi mengingat banderol harganya yang sangat terjangkau.

"Saya arahkan ke minyak curah harganya Rp 21.000 per kilonya karena harganya lebih murah," ujarnya.

Di samping mengandalkan pasokan subsidi dari otoritas pemerintah, Heri mengaku sempat memperoleh drop bahan MinyaKita via agen distributor swasta walaupun angka belinya sudah tergolong tinggi.

"Di atas HET, saya beli Rp 20.000 per liter. Saya jual Rp 22.000 per liter," ungkapnya.

Untuk diketahui bersama, ketetapan resmi mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi produk MinyaKita saat ini berada pada nominal Rp15.700 per liter.

Kondisi kekosongan stok tersebut ikut diamini oleh Sarminah, yang juga berprofesi sebagai pedagang sembako di kawasan Pasar Peterongan. Dirinya mengaku sudah kehabisan kiriman MinyaKita jatah pemerintah sejak dua bulan lalu.

Sepanjang masa kelangkaan ini, para pelanggan di tokonya mayoritas berpindah ke minyak goreng curah lantaran harganya dinilai jauh lebih ekonomis daripada produk minyak goreng kemasan bermerek lainnya.

"Harapannya segera ada (MinyaKita). Harga-harga juga diturunkan," pungkasnya.

Terkini