Emiten ERAL Siapkan Anggaran Rp273 Miliar untuk Tambah 60 Gerai

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:17:32 WIB
ritel gaya hidup, PT Erajaya Active Lifestyle Tbk (ERAL).

JAKARTA - Emiten ritel gaya hidup, PT Erajaya Active Lifestyle Tbk (ERAL) mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp273 milar sepanjang tahun 2026.

Langkah pendanaan besar ini disiapkan demi menyokong rencana ekspansi bisnis korporasi melalui target pembukaan hingga 60 gerai baru serta penambahan portofolio merek internasional.

Direktur ERAL Suryawati memaparkan bahwa hingga akhir Maret 2026, pihak perseroan berhasil merealisasikan penyerapan capex pada kisaran angka Rp27 miliar atau mendekati porsi 10 persen dari pagu anggaran tahun ini.

"Total capex yang sudah kami rencanakan pada tahun ini adalah Rp273 miliar untuk 50-60 toko, termasuk juga untuk penambahan brand baru," ujarnya dalam Paparan Publik secara daring, Selasa (23/6/2026).

Kucuran dana investasi tersebut difokuskan untuk memacu laju pertumbuhan lini bisnis ritel modern perusahaan, sekaligus menambah kemitraan sejumlah merek anyar ke dalam ekosistem perdagangan ERAL.

Direktur Utama ERAL Djohan Sutanto menilai agenda perluasan jaringan toko fisik menjadi motor penggerak utama pertumbuhan omzet perusahaan di tengah dinamika kondisi ekonomi makro.

Langkah ini diaplikasikan demi merealisasikan target pertumbuhan volume penjualan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu.

Di balik masifnya program ekspansi gerai tersebut, manajemen ERAL mengakui bahwa iklim makroekonomi domestik maupun global saat ini berada dalam fase yang penuh tantangan.

Penurunan level daya beli masyarakat disinyalir ikut terimbas oleh kombinasi faktor perlambatan pertumbuhan ekonomi, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga memanasnya tensi geopolitik dunia.

"Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi makroekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang tidak mudah. Faktor daya beli, nilai tukar mata uang, hingga situasi geopolitik menjadi faktor yang memengaruhi konsumsi masyarakat," katanya.

Kendati demikian, pihak perseroan menegaskan telah menyiapkan amunisi strategi niaga guna menjaga gairah belanja konsumen di gerai-gerai miliknya.

Beberapa stimulus disiapkan seperti penyediaan program fasilitas cicilan bunga 0 persen, penguatan kampanye promosi, serta penyesuaian jenis produk agar selaras dengan isi dompet publik.

Di samping itu, internal manajemen berkomitmen rutin memantau kinerja penjualan dari merek lama maupun baru agar tetap sejalan dengan tren kebutuhan pasar.

"Kami terus mereview perkembangan pasar sehingga brand yang ada maupun brand baru tetap relevan dengan tren yang berlaku di masyarakat," imbuhnya.

Guna merangsang minat belanja, ERAL mengandalkan program diskon musiman seperti Mid-Year Sale yang mulai rutin dihelat dan menjadi pendorong utama lonjakan omzet berkala perusahaan.

Pihak manajemen menaruh harapan besar ragam program belanja ini sanggup membentengi daya beli pelanggan setia di tengah gempuran tekanan ekonomi global.

Pada sisi lain, Djohan menguraikan bahwa prospek bisnis industri ritel gaya hidup ke depan masih akan sangat bergantung pada pergerakan indikator eksternal.

Selain masalah daya beli dan isu geopolitik, kebijakan strategis pemerintah beserta volatilitas kurs rupiah diproyeksikan ikut menentukan peta arah industri retail.

Berdasarkan analisis korporasi, dampak tekanan ekonomi akan terasa lebih signifikan memukul kelompok konsumen pada lapisan masyarakat menengah ke bawah.

Sebaliknya, kelompok pasar menengah ke atas dinilai masih memperlihatkan tingkat ketahanan serta daya beli yang relatif stabil dan kokoh.

Kondisi tersebut melandasi optimisme ERAL mengingat mayoritas portofolio produk dagangnya sengaja diarahkan untuk menggaet pangsa pasar kelas menengah ke atas.

"Segmen menengah ke atas saat ini masih cukup bagus dan cukup kuat. Namun kami tetap berhati-hati dan terus mencermati potensi gejolak pasar pada semester kedua tahun ini," terangnya.

Hingga penutupan kuartal pertama tahun 2026, perusahaan tercatat telah mengoperasikan total 219 gerai di Indonesia, bertambah dari posisi akhir tahun 2025 yang berjumlah 205 gerai.

Penambahan bersih sebanyak 14 unit toko tersebut diperoleh dari pembukaan 18 cabang baru yang dikombinasikan dengan kebijakan penutupan 4 toko lama.

Ekspansi paling agresif bersumber dari merek perlengkapan olahraga yang sedang tren, yakni brand Wilson dengan tambahan 5 gerai, Anta sebanyak 3 gerai, serta Garmin 2 gerai baru.

Perseroan sukses mencetak laju pertumbuhan nilai omzet serta tingkat profitabilitas yang kuat sepanjang kuartal I/2026 berkat sokongan integrasi ekosistem Grup Erajaya.

Manajemen ERAL menegaskan komitmen pertumbuhan masa depan akan tetap bertumpu pada perluasan rantai toko ritel dan pengayaan variasi merek dagang internasional.

Perusahaan mematok target pembukaan sekitar 50 hingga 60 jaringan toko baru tiap tahunnya, dibarengi akuisisi selektif terhadap 5 hingga 6 merek baru demi menangkap peluang.

Seluruh ekspansi tersebut diakselerasi lewat optimalisasi ekosistem internal Grup Erajaya yang menjadi salah satu pilar keunggulan kompetitif perusahaan.

Melalui skema sinergi antarentitas, kemitraan strategis, hingga integrasi kanal digital, ERAL berkomitmen melahirkan mesin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Pencapaian strategi tersebut mulai terwujud pada performa laporan keuangan kuartal pertama tahun ini melalui raihan penjualan bersih sebesar Rp1,7 triliun.

Nilai rapor penjualan tersebut melonjak 24,2 persen bila disandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sektor ritel mandiri konsisten menjadi penyumbang omzet terbesar dengan kenaikan tahunan mencapai 18,9 persen, sehingga porsi kontribusinya terdongkrak ke level 63 persen.

Pada aspek profitabilitas, capaian laba kotor melesat melampaui pertumbuhan omzet yaitu naik sebesar 42 persen menjadi senilai Rp319 miliar.

Kenaikan margin ini memperlihatkan keberhasilan manajemen dalam membenahi portofolio produk serta memacu efisiensi operasional di berbagai lini bisnis.

Sementara itu, perolehan laba operasi ikut terangkat sebesar 36,2 persen ke level Rp79 miliar, didorong oleh efisiensi dari meningkatnya skala ekonomi perusahaan.

Meskipun saat ini tengah berada dalam fase ekspansi yang agresif, ERAL terbukti tetap lihai dalam mempertahankan tren pertumbuhan laba bersihnya.

Perseroan sukses membukukan perolehan laba bersih senilai Rp44…

Terkini