JAKARTA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura, Jawa Timur gencar memperluas jaringan infrastruktur kendaraan listrik di Pulau Madura demi memperkokoh ekosistem hijau.
Langkah perluasan jangkauan ini diaplikasikan sebagai bagian dari upaya korporasi untuk mengakselerasi program transisi energi bersih yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi menjelaskan bahwa pembangunan masif ini mencerminkan komitmen penuh PLN dalam mewujudkan masa depan tanpa emisi sekaligus menyukseskan program efisiensi energi pemerintah.
"Saat ini, pembangunan infrastruktur kendaraan listrik berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sudah dioperasikan di beberapa titik di empat kabupaten di Pulau Madura ini," katanya.
Fahmi memaparkan bahwa pihaknya kini telah merampungkan konstruksi dan mengoperasionalkan fasilitas SPKLU di seluruh kantor unit PLN wilayah Madura, mencakup Bangkalan, Sampang, Pamekasan, serta Sumenep.
"Kami juga telah menyediakan SPKLU di lingkungan Kantor Pemkab Sumenep dan di tempat umum, yakni di Taman Potre Koneng Sumenep," katanya.
Fahmi menambahkan, operasional SPKLU Taman Potre Koneng Sumenep yang melayani kebutuhan daya motor dan mobil listrik ini resmi dibuka bersamaan dengan agenda 'Madura Electric Vehicle 2026' pada Senin (22/6).
Agenda berkala yang aktif menggandeng perwakilan elemen masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Sumenep sejak tahun 2022 tersebut menjadi aksi taktis untuk memicu pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di daerah.
"SPKLU Taman Potre Koning yang diresmikan pada 'Madura EV-Day 2026' itu berkapasitas 40 kW dan merupakan SPKLU pertama di ruang publik di wilayah kerja PLN UP3 Madura, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan pengisian daya kendaraan listrik dengan lebih mudah di pusat aktivitas Kota Sumenep," katanya.
Infrastruktur penunjang dari PLN tersebut merupakan fasilitas pengisian daya khusus bagi pengguna moda transportasi listrik yang mengemban fungsi krusial layaknya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Fasilitas stasiun setrum ini menyuguhkan sokongan teknologi pengisian cepat (fast charging) hingga daya super cepat (ultra-fast charging) yang diklaim andal memulihkan baterai dalam kurun 30 sampai 90 menit.
Manajemen menetapkan besaran tarif bervariasi pada kisaran Rp25 ribu hingga Rp57 ribu, disesuaikan dengan jenis kecepatan daya yang dipilih konsumen saat melakukan pengisian.
"Tarif Rp 25 ribu per per pengisian ini untuk layanan fast charging, sedangkan yang Rp57 ribu untuk biaya layanan ultra-fast charging per pengisian dengan tarif layanan kWh sekitar Rp2.466 per kWh," katanya, menjelaskan.