JAKARTA - Perusahaan hiburan tanah air, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengungkapkan sebagian dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) akan digunakan untuk membangun wahana bermain dan edukasi Cipungland.
Selain proyek wahana hiburan anak tersebut, dana segar dari pasar modal ini disiapkan pula guna menggelar konser musik besar yang menghadirkan deretan artis lokal maupun internasional.
Berdasarkan publikasi prospektus ringkas, RANS melepas sebanyak 2,525 miliar lembar saham baru atau setara porsi 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Lewat rentang harga penawaran Rp135 hingga Rp170 per lembar saham, perseroan berpotensi menghimpun dana segar di kisaran Rp340,88 miliar hingga menyentuh Rp429,25 billion.
Manajemen RANS menjelaskan seluruh perolehan dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan penuh untuk membiayai sejumlah kebutuhan ekspansi dan pengembangan usaha.
Sekitar 6,98 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pelunasan dipercepat terhadap seluruh pokok utang korporasi kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Selanjutnya, sekitar 18,64 persen dana akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure) dalam rangka konstruksi wahana bermain dan belajar edukatif yang diberi nama "Cipungland".
Adapun porsi terbesar, yakni sekitar 37,61 persen, akan digunakan untuk belanja operasional guna menyelenggarakan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
Di samping itu, sekitar 8,15 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT HHGORRS Global Teknologi guna mengembangkan bisnis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Perseroan juga mengalokasikan sekitar 19,80 persen dana untuk memperluas gurita bisnis melalui skema akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia atau merek Slavina.
Sementara itu, sisa dana akan disetorkan kepada entitas anak perseroan, yakni RNS, dalam bentuk tambahan modal untuk mendukung pengembangan usaha utama dan ekspansi jaringan usaha.
Sebagaimana diketahui, RANS memulai masa penawaran awal (book building) yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 hingga 25 Juni 2026.
Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026, kemudian masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2-8 Juli 2026.
Sedangkan untuk tanggal pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan jatuh pada tanggal 10 Juli 2026.
Dengan rentang harga penawaran Rp135-Rp170 per saham, kapitalisasi pasar RANS setelah IPO diperkirakan berada pada kisaran Rp1,70 triliun hingga Rp2,14 triliun.