Emiten STRK Siapkan Tiga Merek Minuman Baru Untuk Pasar Ekspor

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:26:32 WIB
Merek Minuman Baru Untuk Pasar Ekspor Milik PT Lovina Beach Brewery Tbk.

JAKARTA - Perusahaan produsen minuman beralkohol, PT Lovina Beach Brewery Tbk atau STRK, membidik pertumbuhan performa usaha pada 2026 dengan memperkaya portofolio dagang lewat peluncuran sejumlah produk anyar.

Langkah ekspansi komersial tersebut sengaja disiapkan oleh manajemen perseroan demi menjangkau basis konsumen yang lebih luas, baik untuk pangsa pasar mancanegara maupun lokal.

Direktur Utama STRK, Bona Budhisurya, memaparkan bahwa jajaran manajemen telah mematangkan beberapa formula produk baru yang siap dilepas ke pasaran pada periode tahun ini.

Varian produk dengan merek Libarron dan Clarissa nantinya akan dialokasikan penuh untuk mengisi ceruk pasar ekspor, sedangkan merek Coco Bali disiapkan untuk menyasar konsumen dalam negeri sekaligus ekspor.

"Pada 2026 perseroan menyiapkan sejumlah produk baru. Merek Libarron dan Clarissa difokuskan sepenuhnya untuk penjualan ekspor, sedangkan Coco Bali dipasarkan untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor," ujar Bona.

Salah satu inovasi yang telah resmi diperkenalkan ke publik adalah Clarissa, produk minuman beralkohol kategori liqueur berkadar 40 persen dengan sensasi rasa kopyor premium berbasis buah asli.

Minuman keras ini sekaligus mengukir sejarah baru di industri lokal sebagai produk minuman beralkohol pertama di Indonesia yang dirancang serta dicitrakan khusus untuk segmen konsumen wanita.

Selain itu, STRK memperkenalkan Coco Bali yang dikemas dalam format kaleng ukuran 330 mililiter dengan kadar alkohol 5 persen, memadukan kombinasi unik rasa kopyor, tanaman agave, dan salak gula pasir.

Pada lini produk berkelas, emiten ini merilis Libarron, produk jenis whisky dengan kadar alkohol 42 persen yang diproduksi lewat teknik fermentasi, distilasi, serta pematangan berkala demi kualitas optimal.

Tidak berhenti di situ, pihak STRK juga merancang varian edisi terbatas bertajuk Libarron x Van Gogh, sebuah produk whisky berkadar 42 persen yang menggandeng karya seni maestro pelukis asal Belanda.

Manajemen memproyeksikan lanskap industri ke depan masih akan dipengaruhi oleh pergeseran regulasi pemerintah, walaupun geliat sektor pariwisata nasional dinilai tetap menjadi pilar penyokong utama.

Bona Budhisurya menguraikan bahwa iklim usaha sektor minuman beralkohol saat ini dibayangi oleh tekanan kebijakan cukai, tata kelola jalur distribusi, hingga ketentuan kepatuhan yang kian ketat.

Guna menjawab dinamika eksternal tersebut, pihak manajemen berkomitmen untuk terus menerapkan penyesuaian operasional secara taktis agar kegiatan niaga korporasi tetap berjalan stabil.

Melalui rilis performa finansialnya, STRK mengantongi angka penjualan neto senilai Rp12,91 milar di sepanjang 2025, atau memperlihatkan penurunan sebesar 31,71 persen dari pencapaian tahun lalu.

Penyusutan omset penjualan tersebut berimbas pada perolehan laba kotor perusahaan yang terkoreksi ke posisi Rp497,11 juta, atau merosot sebesar 89,87 persen secara tahunan.

Namun demikian, perseroan sukses mencatatkan lonjakan pada pos laba usaha menjadi Rp27,95 miliar pada 2025, tumbuh positif sebesar 36,08 persen dibanding rapor laba operasional periode sebelumnya.

Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST buku 2025, emiten STRK turut menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana hasil penawaran umum perdana atau IPO.

Perseroan tercatat berhasil meraup modal segar senilai Rp118 miliar pada aksi korporasi Oktober 2023, yang kemudian menyisakan dana bersih Rp113,77 miliar pasca dikurangi biaya emisi.

Hingga tutup tahun 2025, total dana hasil IPO yang telah direalisasikan perusahaan mencapai Rp83,33 milar, yang dialokasikan untuk modal kerja, program riset, serta pembiayaan mesin operasional.

Sisa simpanan dana IPO senilai Rp30,43 miliar kini ditempatkan aman dalam instrumen deposito perbankan di Bank Mayapada serta sebagian kecil pada pos rekening operasional harian grup.

Terkini