Emiten SMDR Optimistis Profitabilitas Membaik Jelang Tengah Tahun

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:31:01 WIB
PT Samudera Indonesia Tbk.

JAKARTA - Emiten pelayaran nasional, PT Samudera Indonesia Tbk atau SMDR, menyatakan optimisme tinggi bahwa sinyal perbaikan performa niaga mulai nampak pada triwulan kedua tahun 2026.

Langkah pemulihan ini bergulir setelah raihan laba bersih perusahaan sempat tergerus di awal tahun dipicu oleh lonjakan pos biaya operasional akibat imbas ketegangan geopolitik dunia.

Direktur Utama SMDR, Bani Maulana Mulia, menguraikan bahwa capaian omset perseroan pada triwulan pertama tahun 2026 sejatinya masih memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif.

Akan tetapi, lonjakan beban biaya logistik di lapangan membuat tingkat profitabilitas yang dikantongi oleh emiten transportasi laut ini harus mengalami tekanan yang cukup berat.

Bani menyebutkan ketegangan bersenjata di wilayah Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat menjadi pematik utama melambungnya biaya operasional niaga kapal di kancah global.

"Pendapatan naik karena permintaan dan volume angkutan tetap tinggi. Kapal-kapal tetap penuh dan volume tidak berkurang. Namun biaya operasional, termasuk bahan bakar, meningkat sehingga profitabilitas tertekan," ujar Bani.

Pihaknya memastikan bahwa penyusutan margin keuntungan bukan disebabkan oleh penurunan produktivitas bisnis, melainkan murni efek dari melonjaknya ongkos pengapalan global.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan triwulan pertama tahun 2026, nilai pendapatan dari kemitraan pelanggan SMDR tumbuh 2 persen secara tahunan menuju posisi 184,3 juta dolar AS.

Namun sayangnya, perolehan laba bersih bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 35 persen secara tahunan menjadi 10,13 juta dolar AS.

Meskipun demikian, jajaran manajemen mulai membaca adanya pergerakan yang jauh lebih positif saat memasuki periode operasional triwulan kedua tahun 2026 ini.

Stabilitas makro dunia pada paruh kedua tahun ini diproyeksikan akan jauh lebih kondusif sehingga dapat menyokong target pemulihan profitabilitas perusahaan.

"Kami belum bisa merilis angka kuartal kedua karena periodenya belum selesai. Namun indikasi perbaikan sudah terlihat karena berbagai penyesuaian terhadap gangguan yang terjadi telah berjalan dan biaya mulai lebih terkendali," katanya.

Di samping itu, tingkat ketertarikan pasar terhadap penyewaan armada kapal baik untuk jalur penyeberangan internasional maupun domestik terekam masih sangat solid.

"Permintaan masih tetap tinggi dan volume angkutan masih positif. Karena itu kami tetap optimistis terhadap kinerja sepanjang 2026," ujar Bani.

Pada peta persaingan niaga, sektor pelayaran jalur mancanegara diproyeksikan akan tetap memegang peranan utama sebagai kontributor omset terbesar bagi grup sepanjang tahun.

Sementara itu, Direktur Keuangan SMDR, Ridwan Hamid, menyebutkan perseroan telah mengalokasikan dana belanja modal atau capex dengan nilai menembus 300 juta dolar AS.

Hingga periode bulan berjalan ini, korporasi dilaporkan telah mengeksekusi penyerapan anggaran belanja modal tersebut sekitar 25 persen dari total pagu.

Kucuran investasi segar tersebut difokuskan untuk mendanai sejumlah proyek strategis grup, termasuk pengerjaan fasilitas galangan kapal di Madura lewat skema penerbitan sukuk.

"Proyek shipyard di Madura terus berjalan dan progresnya saat ini sudah mencapai sekitar 27%. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut sesuai target pada akhir 2027," katanya.

Dengan volume muatan yang terjaga tinggi serta rencana ekspansi prasarana yang terus berjalan, SMDR yakin mampu menjaga tren pertumbuhan di tengah ketidakpastian dunia.

Terkini