Empat Pilar Bisnis Utama Jadi Andalan Baru Bukalapak Hari Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34:31 WIB
ILustrasi Aplikasi PT Bukalapak.com Tbk.

JAKARTA - Emiten teknologi nasional, PT Bukalapak.com Tbk atau BUKA, memilih untuk mengarahkan fokus operasionalnya pada akselerasi empat pilar bisnis utama pasca menyudahi aktivitas penjualan produk fisik langsung.

Langkah transformasi korporasi tersebut diwujudkan melalui penguatan serta optimalisasi penuh pada segmen Mitra Bukalapak, ekosistem industri gaming, platform investasi, dan lini ritel.

Corporate Secretary Bukalapak, Cut Fika Lutfi, menyampaikan bahwa sejak awal 2025, perseroan secara resmi menutup layanan niaga produk fisik secara langsung via aplikasi dan situs web resmi mereka.

Penataan ulang portofolio komersial ini merefleksikan keseriusan pihak jajaran manajemen untuk menjamin agar seluruh lini bisnis perusahaan tetap adaptif mengikuti perkembangan tren pasar terkini.

“Transformasi ini dilakukan sekaligus untuk memastikan setiap lini bisnis tetap relevan dengan pasar dan memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat,” ujar Fika.

Di tengah bergulirnya fase transisi bisnis tersebut, perseroan melaporkan torehan positif berupa pertumbuhan pada pos pendapatan tahunan yang sukses menembus angka Rp6,5 triliun di sepanjang 2025.

Dampak dari implementasi skema niaga baru ini terekam terus berlanjut hingga triwulan pertama tahun 2026, di mana emiten teknologi ini berhasil mengantongi pendapatan bersih senilai Rp2,4 triliun.

Peningkatan pada pos omset tersebut secara pararel ikut menyokong capaian performa operasional keuangan perusahaan pada periode tiga bulan pembuka tahun ini.

Perseroan dilaporkan sukses menorehkan angka Adjusted EBITDA positif senilai Rp4 miliar pada kuartal I/2026, membalikkan kondisi rapor periode kuartal I/2025 yang sempat defisit Rp20 mixliar.

Saat ini, peta jalan pertumbuhan jangka panjang perusahaan disandarkan sepenuhnya pada akselerasi empat mesin bisnis utama yang kini diintegrasikan agar bergerak saling bersinergi.

Sektor pertama bertumpu pada segmen Online-to-Offline atau O2O Mitra Bukalapak yang menitikberatkan programnya pada pemberdayaan warung kelontong tradisional lewat pasokan produk virtual.

Sektor kedua diisi oleh lini bisnis Gaming di bawah naungan Multi Realm Games atau MRG yang mengelola brand Lapakgaming dan kini sukses menjelma sebagai penyumbang omset terbesar bagi BUKA.

Sementara itu, pilar ketiga ditempati oleh sektor investasi digital lewat bendera platform BMoney yang tercatat telah mengelola dana investasi nasabah senilai Rp6 triliun dari 1 juta pengguna.

Terakhir pada pilar keempat di segmen ritel, BUKA memaksimalkan jalinan kemitraan eksklusif bersama sejumlah jenama gaya hidup global terkemuka seperti ADLV dan National Geographic.

Terkini