Investasi Rp300 Miliar untuk Proyek Rest Area Baru di Tol Cimanggis

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:32:31 WIB
ILUSTRASI. Bidik Operasi pada 2028, CCT-DMSL Gelontorkan Rp 300 Miliar untuk Rest Area KM 63 Tol Cimanggis-Cibi.

JAKARTA - PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) selaku Badan Usaha Jalan Tol Cimanggis Cibitung bersama PT DMS Laguna (DMSL) membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau Rest Area KM 63 Jalan Tol Cimanggis-Cibitung dengan nilai investasi Rp300 miliar.

Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto mengatakan kerja sama itu merupakan langkah strategis kedua perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan operasional Jalan Tol Cimanggis Cibitung secara berkelanjutan.

"Serta untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pengguna jalan tol dengan tetap memperhatikan aspek Standar Pelayanan Minimal (SPM)," kata Widi sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis.

PT CCT bersama DMSL menyepakati kerja sama melalui pembentukan joint venture company (JVC). Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

MoU dilakukan Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto dan Direktur Keuangan CCT Ruddyar Ruslan, serta Direktur DMSL Tatang Sukmana pada Rabu (24/6) bertempat di Plaza Tol Jatikarya Bekasi.

Widi menuturkan kehadiran Rest Area KM 63 adalah wujud komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Kehadiran fasilitas itu tidak hanya memberikan tempat beristirahat yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan di sekitar koridor Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.

Rest Area KM 63 yang akan dibangun di kedua sisi (jalur A dan B) memiliki total luas kurang lebih 12 hektare dan berada di wilayah Kabupaten Bekasi. Rest area tipe A dengan nilai investasi mencapai Rp300 miliar itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan layanan serta area komersil.

Selain pemenuhan standar fasilitas yang dipersyaratkan, pembangunan dan pengembangan rest area juga akan memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan melalui penerapan konsep ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk, Mohamad Prapanca mengatakan kerja sama itu merupakan langkah strategis bagi DMSL untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan komersial terintegrasi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya Rest Area KM 63 memiliki lokasi strategis dan berpotensi menjadi destinasi layanan dan komersial unggulan.

Melalui kolaborasi itu, pihaknya optimistis dapat menghadirkan rest area yang modern, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pengguna jalan tol, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Rest Area KM 63 yang ditargetkan beroperasi pada Semester II 2028 diharapkan dapat menjadi ikon baru pelayanan jalan tol di koridor JORR 2.

Terkini