Emiten PWON Targetkan Penjualan Rp200 Miliar dari Pesta KPR 2026

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:41:31 WIB
Ilustrasi Miniatur PT Pakuwon Jati Tbk.

JAKARTA – PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengincar angka penjualan senilai Rp200 miliar lewat pameran properti terpadu bertajuk Pesta KPR 2026. Agenda strategis ini digelar oleh perusahaan demi mempertahankan performa pemasaran mereka.

Langkah ini diambil di tengah proyeksi tren kenaikan suku bunga yang diprediksi bertahan sampai pengujung tahun. Sutandi Purnomosidi selaku Direktur Marketing Pakuwon Group menyebutkan bahwa pameran ini berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya pada 25–28 Juni 2026.

Demi menggaet kelompok pembeli akhir (end-user) di masa pengetatan moneter ini, Pakuwon Group menjalin kemitraan dengan sembilan bank besar nasional. Pihak manajemen memperkirakan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) masih berpotensi naik hingga tiga kali lagi pada tahun 2026 akibat gejolak inflasi global.

Situasi eksternal tersebut diprediksi bakal mendorong penyesuaian suku bunga acuan domestik (BI-Rate) demi menjaga stabilitas mata uang rupiah. Kenaikan instrumen moneter ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi industri properti tanah air.

"Bagi pembeli akhir (end-user) yang memang membutuhkan hunian, momen saat ini adalah kesempatan terbaik untuk mengunci skema pembiayaan sebelum suku bunga pasar dan harga material bangunan melonjak lebih jauh," jelas Sutandi di Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Sutandi mengatakan, demi menghadirkan rasa aman bagi para calon nasabah, Pakuwon bersama bank mitra menyediakan produk KPR dengan sistem bunga fixed serta berjenjang di sepanjang tenor. Penawaran bunga tersebut dipatok mulai dari angka 2,8 persen hingga 3 persen.

Sistem pembiayaan ini sengaja dibuat untuk menekan risiko pembengkakan nilai cicilan akibat skema suku bunga mengambang (floating rate) yang tidak menentu di pasar. Ia menyebutkan bahwa mayoritas konsumen pengguna fasilitas bank saat ini condong memilih sistem proteksi tersebut.

"Dari total transaksi penjualan properti yang menggunakan metode kredit di Pakuwon, sekitar 80% konsumen memilih skema suku bunga berjenjang. Saat ini, metode pembayaran KPR masih mendominasi bauran transaksi kami sebesar 65%, sedangkan sisanya sekitar 35% menggunakan tunai keras maupun tunai bertahap," paparnya.

Sutandi mengungkapkan bahwa perusahaan juga menyiapkan beragam insentif menarik selama pameran berlangsung. Konsumen bisa menikmati uang muka (down payment) ringan mulai 5 persen, gratis biaya KPR, hingga subsidi BPHTB.

Selain itu, terdapat potongan tanda jadi sebesar 50 persen, fasilitas insentif PPN ditanggung pemerintah sampai Rp220 juta, serta unit apartemen siap huni yang sudah dilengkapi perabot penuh (fully furnished). Mayoritas produk yang ditawarkan merupakan unit siap huni sehingga memudahkan konsumen.

Sepanjang pameran ini, pihak manajemen mematok target nilai transaksi minimal menyentuh Rp200 miliar. Saat ini, aset unit siap huni milik perusahaan di area Grand Pakuwon menyisakan sekitar 99 rumah dan di kawasan Pakuwon City berkisar 60 rumah.

Sementara itu, untuk stok ruang apartemen siap huni di kawasan Surabaya Timur masih tersedia sekitar 150 unit. Perusahaan juga bersiap meluncurkan klaster perumahan dan menara apartemen baru pada paruh kedua tahun 2026 dengan estimasi penyesuaian harga jual.

Di lain sisi, lini bisnis pendapatan berulang (recurring income) Pakuwon Group dari sektor ritel dan mal di Surabaya dilaporkan tetap tumbuh positif sepanjang musim libur sekolah Juni 2026. Kinerja operasional ini dinilai cukup kokoh.

Walau manajemen memprediksi adanya potensi penurunan aktivitas belanja pada kuartal III/2026 karena minimnya momen perayaan (festive season), tingkat kunjungan mal diyakini aman berkat konsistensi penyelenggaraan acara kreatif. Hal ini menjadi motor penggerak traffic pusat perbelanjaan.

"Hingga pertengahan Juni 2026, volume kunjungan mal di bawah naungan Pakuwon Group diproyeksikan masih membukukan pertumbuhan tahunan pada kisaran satu digit (single digit), atau tumbuh sekitar 7% hingga 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," tuturnya.

Terkini