JAKARTA - Emiten produksi film PT Verona Indah Pictures Tbk. (VERN) membidik pertumbuhan kinerja pada 2026. Perseroan tengah menyiapkan tiga film layar lebar teranyar yang dijadwalkan segera tayang di jaringan bioskop nasional.
Pihak manajemen menargetkan akumulasi jumlah pemirsa dari seluruh karya tersebut dapat menembus angka 3 juta orang. Target ini dipasang seiring dengan prospek sektor industri perfilman tanah air yang dinilai masih terus bertumbuh.
Komisaris Utama VERN Bedy Kunady menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen meluncurkan ketiga proyek layar lebar tersebut hingga pengujung tahun. Sinema pertama dijadwalkan rilis pada Agustus 2026, diikuti karya berikutnya pada Oktober dan Desember 2026.
"Kalau dari sisi volume, kami targetkan sampai akhir tahun ini bisa masuk ke bioskop nasional tiga film. Yang sudah dipastikan Agustus, kemudian Oktober kemungkinan besar, dan yang ketiga Desember. Kalau dari sisi jumlah penonton, kami berharap jika ketiganya benar-benar ditayangkan, kami bisa meraih lebih dari 3 juta penonton," ujar Bedy dalam Paparan Publik VERN, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan bahwa kompetisi yang kian ketat di ranah industri sinema tanah air merupakan sebuah indikator yang positif. Fenomena tersebut merefleksikan perluasan pasar yang berjalan dinamis dan masif.
Terlebih lagi, angka kunjungan penonton ke bioskop nasional terus memperlihatkan grafik kenaikan. Pola konsumsi konten hiburan masyarakat melalui medium platform digital pun menunjukkan pergerakan yang selaras.
Faktor kualitas dinilai menjadi instrumen utama agar perusahaan mampu memenangi persaingan di pasar perfilman. Aspek penting mulai dari gagasan cerita, naskah, penunjukan sutradara, hingga kurasi aktor menjadi fokus utama manajemen.
Bedy juga merasa sangat optimis bahwa total angka pemirsa bioskop nasional pada tahun 2026 akan melampaui rekor tahun lalu. Gairah pasar terpantau stabil walau momentum libur Lebaran telah usai.
"Jumlah penonton tahun lalu sudah mencapai sekitar 90 juta. Yang menarik, setelah Lebaran jumlah penonton tidak langsung turun, tetapi tetap tinggi pada April dan Mei. Ini membuat kami optimistis jumlah penonton tahun ini bisa lebih besar dibandingkan tahun lalu," katanya.
Direktur Utama VERN Titin Suryani memaparkan bahwa sektor industri kreatif dan konten nasional masih menyimpan potensi yang sangat menjanjikan. Hal ini didorong oleh meningkatnya apresiasi publik pada produk lokal.
Demi memaksimalkan peluang bisnis tersebut, emiten berkode saham VERN ini menerapkan bauran strategi taktis. Mulai dari peningkatan mutu produksi, pematangan konten inovatif, hingga perluasan kemitraan dilakukan secara simultan.
"Kami melihat peluang yang sangat besar dari perkembangan industri kreatif Indonesia. Perseroan akan terus memperkuat kualitas produksi, mendorong inovasi konten, memperluas kolaborasi strategis, serta memanfaatkan berbagai platform distribusi untuk menjangkau audiens yang lebih luas," ujar Titin.
Sebagai implementasi konkret dari peta jalan tersebut, korporasi siap mengedarkan dua judul sinema baru. Film bertajuk Dan Bandung serta Rahasia Perempuan Gila dijadwalkan menyapa pemirsa pada semester kedua 2026.
Menilik dari sisi pembukuan finansial, perusahaan mengantongi angka penjualan total sebesar Rp76,04 miliar sepanjang periode 2025. Perolehan ini mengalami koreksi 45,92 persen dari capaian tahun sebelumnya yang menyentuh Rp140,69... miliar.
Nilai laba bruto juga terkoreksi sebesar 36,25 persen menjadi Rp17,49 miliar. Sementara itu, catatan laba komprehensif tahun berjalan berada di angka Rp4,66... miliar pada periode tahun buku 2025.
Sektor produksi serial sinetron masih memegang peranan krusial sebagai penopang utama pendapatan emiten. Meskipun demikian, volume produksi lini tersebut mengalami penyesuaian dari segi kuantitas episode.
Di sisi lain, ceruk pasar film televisi (FTV) serta mini seri dilaporkan mampu menghadirkan kontribusi yang ajeg. Jalur distribusi lisensi digital via platform over-the-top (OTT) juga memperlihatkan tren akselerasi positif.