Emiten SMDR Rilis Sukuk Rp700 Miliar demi Biayai Ekspansi Armada

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:54:02 WIB
PT Samudera Indonesia Tbk.

JAKARTA – PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) menyiapkan langkah ekspansi melalui penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III senilai Rp700 miliar. Direktur Utama SMDR Bani Mulia menjelaskan dana hasil penerbitan sukuk tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan tiga kapal baru.

Tiga armada tersebut terdiri atas dua kapal tanker berkapasitas 4.000 deadweight tonnage (DWT) serta satu kapal peti kemas berkapasitas 10.100 DWT. Penambahan aset ini ditujukan untuk mendongkrak performa bisnis.

"Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional perseroan sekaligus meningkatkan daya saing di sektor pelayaran dan logistik yang terus berkembang," ujarnya dalam paparan publik, Rabu (24/6/2026).

Ekspansi armada juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan perdagangan dan distribusi barang. Potensi ini dibidik dengan menyasar pangsa pasar domestik maupun mancanegara.

Adapun rencana penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I. Skema finansial tersebut sebelumnya telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Juli 2023.

Berdasarkan keterbukaan informasi, sebelumnya, SMDR telah lebih dulu menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 senilai Rp550 miliar. Kemudian penerbitan berlanjut pada Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp500 miliar.

Dengan tambahan penerbitan tahap III ini, manajemen Perseroan menjelaskan bahwa SMDR menunjukkan konsistensi yang kuat. Perusahaan berkomitmen memanfaatkan instrumen pasar modal syariah sebagai sumber pendanaan jangka panjang.

Senada, Direktur Keuangan SMDR Ridwan Hamid mengatakan perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari US$300 juta untuk mendukung ekspansi usaha. Anggaran jumbo ini disiapkan secara matang.

Hingga saat ini sekitar 25 persen dari total anggaran tersebut telah direalisasikan oleh manajemen. Dana investasi tersebut digunakan untuk sejumlah proyek strategis perusahaan.

Termasuk di dalamnya pengembangan galangan kapal (shipyard) di Madura yang didanai melalui penerbitan instrumen sukuk tersebut. Langkah ini berjalan beriringan dengan target pertumbuhan korporasi.

"Proyek shipyard di Madura terus berjalan dan progresnya saat ini sudah mencapai sekitar 27%. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut sesuai target pada akhir 2027," katanya.

Hingga Maret 2026, SMDR tercatat membukukan pendapatan sebesar US$184,3 juta. Emiten ini juga sukses mengantongi laba usaha US$18,3 juta, serta raihan laba bersih US$10,1 juta.

Total aset perseroan merangkak naik menjadi US$1,46_miliar, sedangkan posisi ekuitas ikut menanjak menjadi US$785,3_juta. Neraca keuangan ini mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang cukup sehat.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, Samudera mencatat pendapatan sebesar US$801,7_juta. Perseroan juga membukukan laba usaha sebesar US$93,7_juta dan laba bersih sebesar US$52,1_juta.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai US$1,43_miliar. Jumlah tersebut beriringan dengan raihan ekuitas sebesar US$773,5_juta pada akhir tahun buku tersebut.

Terkini