Khofifah Ajak Semua Pihak Perkuat Ekosistem Budaya Reog Ponorogo

Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:11:02 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Ajak Semua Pihak Perkuat Ekosistem Budaya Reog Ponorogo.

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau segenap pemangku kepentingan untuk memperkokoh ekosistem kebudayaan sekaligus sistem regenerasi Reog Ponorogo pascakeberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra menyabet gelar Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI.

"Keberhasilan tim kesenian Kyai Lodra menjadi bukti nyata kesenian tradisi Jawa Timur tetap memiliki daya tarik, relevansi dan kualitas terbaiknya di tengah dinamika zaman. Tradisi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya," ujarnya di Surabaya, Sabtu.

Khofifah memastikan, pencapaian Tim Kesenian Kyai Lodra yang sukses memboyong Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Ponorogo saja, melainkan juga bagi seluruh warga Jawa Timur.

Menurut pandangannya, prestasi ini membuktikan bahwa kesenian tradisional sanggup eksis, beradaptasi, serta tetap unggul di tengah pusaran perkembangan zaman.

Ia menuturkan bahwa Reog Ponorogo bukan sekadar pementasan seni biasa, melainkan representasi jati diri kebudayaan Jawa Timur yang kaya akan esensi keberanian, ketangguhan, kebersamaan, daya cipta, serta penghormatan pada peninggalan leluhur.

Oleh karena itu, Khofifah memandang perlindungan Reog wajib terus dioptimalkan lewat bimbingan, kaderisasi, serta penyediaan wadah kreativitas untuk para pekerja seni, terutama generasi muda, supaya kesenian tradisional tetap lestari dan disukai lintas usia.

Di tengah gempuran globalisasi serta kecanggihan teknologi, kebudayaan tradisional justru dipandang memegang andil strategis menjadi parameter identitas bangsa sekaligus pilar pembentuk kepribadian publik.

"Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui upaya menjaga warisan yang telah ada. Kami juga harus membuka ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap relevan, dicintai, dan mampu menjawab tantangan zaman," tegasnya.

Lebih jauh, Khofifah merangkul unsur pemerintah, budayawan, kalangan akademisi, perkumpulan seni, hingga masyarakat umum untuk terus menyokong kekuatan ekosistem kebudayaan.

Bagi dirinya, aspek budaya bukan sebatas aset warisan masa lampau, melainkan menyimpan stimulasi besar menjadi poros penggerak roda kemajuan daerah, sektor pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem kebudayaan, memperluas ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda serta menjadikan budaya sebagai kekuatan karakter sekaligus kekuatan pembangunan daerah," katanya.

Khofifah menaruh harapan agar prestasi dari Tim Kyai Lodra mampu menjadi pemantik motivasi untuk semua pegiat seni budaya di wilayah Jawa Timur agar konsisten berkarya, bersinergi, dan menelurkan terobosan baru tanpa mencabut akar tradisi asli.

"Mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan semangat Reog kepada generasi penerus. Karena di dalamnya tersimpan jati diri, karakter, serta kebanggaan Jawa Timur yang akan terus menguatkan Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra Joko Winarko menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sokongan Pemprov Jatim, khususnya kepada Gubernur Khofifah beserta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, yang selama ini konsisten menyalurkan bimbingan dan fasilitas bagi para pekerja seni.

Ia menguraikan, selain menyabet predikat Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI, Tim Kyai Lodra pun sukses membawa pulang penghargaan sebagai Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, sekaligus Penata Tari Terbaik.

"Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum sekaligus memperoleh penghargaan penyaji terbaik, penata musik terbaik, penata tari terbaik. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim peserta dan juga pastinya dukungan dari berbagai pihak," katanya.

Joko berharap eksistensi Reog Ponorogo terus meluas menjadi ladang bakti para pelaku seni, budayawan, kaum akademisi, serta generasi muda dalam merawat, membesarkan, sekaligus memajukan seni budaya Indonesia sebagai warisan bernilai tinggi yang diakui dunia.

Terkini