Puspoll Indonesia Sebut 64,8 Persen Publik Puas atas Kinerja Prabowo

Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:24:02 WIB
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Chamad Hojin, di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

JAKARTA - Hasil riset opini publik berskala nasional yang dirilis oleh Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) untuk rentang waktu 18 hingga 26 Mei 2026 memperlihatkan bahwa roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap mengantongi apresiasi kepuasan dari mayoritas masyarakat.

"Tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 64,8 persen, turun dibanding Agustus 2025 yang mencapai 67,7 persen," ungkap Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Chamad Hojin, di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Kendati begitu, tingkat optimisme warga bahwa kepemimpinan duet Prabowo-Gibran bakal membimbing NKRI menuju fase yang lebih maju terdokumentasi merosot cukup signifikan, dari semula 80,4 persen menjadi tersisa 53,2 persen.

Pada momen yang setara, kalkulasi persentase masyarakat yang menyuarakan rasa sangsi terhadap masa depan kepemimpinan Prabowo-Gibran melonjak naik dari angka 15,8 persen ke level 43,1 persen.

Chamad memaparkan bahwa hanya berada di kisaran 51,7 persen responden yang meyakini jika situasi Indonesia saat ini tengah melangkah di jalur yang tepat.

"34 persen menyatakan menuju ke arah yang salah," kata Chamad.

Mengacu pada analisis Chamad, jajaran kabinet belum terperosok ke dalam pusaran krisis kepercayaan publik lantaran rapor kepuasan terhadap figur Presiden masih mendominasi di level mayoritas.

"Namun, masyarakat mulai kehilangan keyakinan bahwa keadaan akan segera membaik. Ini merupakan tekanan terhadap legitimasi berbasis kinerja yang perlu dijawab dengan hasil kebijakan yang nyata, bukan sekadar penguatan narasi komunikasi," kata dia.

Menurut pemikiran Chamad, pihak otoritas perlu memaknai sajian data komparatif tersebut sebagai sinyal peringatan dini sekaligus ruang evaluasi krusial sebelum impitan ekonomi bermutasi menjadi gelombang ketidakpuasan politik yang lebih masif.

Sebagai informasi tambahan, jajak pendapat ini diselenggarakan pada kurun waktu 18-26 Mei 2026 dengan menjaring sampel sebanyak 2.400 responden, serta derajat kesalahan (margin of error) kurang lebih 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penyaringan sampel diimplementasikan secara acak menyeluruh (probability sampling) lewat sistem penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan menimbang aspek urban/rural secara proporsional sesuai rasio daftar pemilih di tiap provinsi.

Tahapan pengumpulan data riil dilaksanakan melalui metode tatap muka langsung (face to face interview) memanfaatkan panduan kuesioner terstruktur (structured interview).

Ketentuan batasan usia minimal bagi koresponden terpilih ialah 17 tahun atau pihak yang sudah sah memegang hak pilih dalam pemilu.

Prosedur kendali mutu (quality control) dijalankan ketat terhadap lembar hasil wawancara, yang ditentukan acak sebesar 20 persen dari akumulasi total sampel yang terkumpul.

Terkini