JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 triliun sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, yang menunjukkan grafik kenaikan 18,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) bersandarkan laporan keuangan bank only per 31 Mei 2026.
Lompatan perolehan keuntungan tersebut ikut menopang tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) perusahaan yang konsisten terkendali pada kisaran 20 persen di tengah dinamisnya situasi makroekonomi global.
Saras dengan tren kenaikan laba bersih, akumulasi aset Bank Mandiri secara bank only menembus nominal Rp2.306 triliun hingga akhir Mei 2026 atau melesat 20 persen bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Pihak manajemen menilai bahwa lonjakan saldo aset tersebut merefleksikan adanya penguatan pada fondasi bisnis internal sekaligus bentuk maksimalnya tata kelola aset perusahaan.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini memaparkan bahwa raihan performa positif tersebut didongkrak oleh ekspansi fungsi intermediasi perseroan yang melaju kuat.
Sampai dengan penutupan Mei 2026, realisasi penyaluran fasilitas kredit secara bank only sukses menyentuh angka Rp1.580 triliun atau naik sebesar 20,6 persen secara tahunan.
"Kinerja ini merupakan hasil dari eksekusi strategi yang terukur and konsisten di seluruh lini bisnis, dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan penuh kehati-hatian untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat dalam jangka panjang," ujar Novita dalam keterangan resmi, Jumat (26/6).
Menurut pandangannya, penyaluran kredit tersebut dikonsentrasikan mengalir ke pelbagai sektor produktif, mulai dari agenda hilirisasi industri sampai permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi menyokong stabilitas ekonomi rakyat serta perluasan lapangan kerja.
Melirik pada aspek pendanaan, total himpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri secara bank only terdokumentasi mencapai Rp1.716 triliun atau tumbuh subur sebesar 22 persen YoY.
Akselerasi pendanaan itu disokong kuat oleh pertumbuhan porsi dana murah (current account saving account/CASA), dengan saldo giro menyentuh Rp664 triliun dan tabungan senilai Rp559 triliun.
Pihak korporasi menyatakan bahwa perluasan jumlah DPK ini dipicu oleh terus meningkatnya kuantitas pemanfaatan ekosistem platform digital Livin' by Mandiri serta Kopra by Mandiri.
Di samping memicu lonjakan frekuensi transaksi digital, kedua sistem aplikasi tersebut dinilai efektif memperluas aksesibilitas finansial masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi mutakhir.
Menatap langkah ke depan, Bank Mandiri menegaskan bakal terus mengokohkan pembiayaan pada pelbagai program prioritas nasional, meliputi Kredit Usaha Rakyat (KUR), penguatan UMKM dan koperasi, kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi, hingga sektor hilirisasi industri.
"Melalui sinergi integrasi ekosistem Bank Mandiri yang menghubungkan layanan digital, jaringan distribusi, dan pembiayaan produktif, kami berkomitmen untuk terus hadir bagi seluruh lapisan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," kata Novita.