IAPI Selenggarakan Sertifikasi Certified Financial Investigator

Senin, 29 Juni 2026 | 21:01:01 WIB
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) kembali menyelenggarakan program pendidikan dan sertifikasi Certified Financial Investigator (CFI) Batch 9 bagi akuntan publik

JAKARTA - Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menyelenggarakan program Pendidikan dan Sertifikasi Certified Financial Investigator (CFI) Gelombang ke-10. Agenda ini difokuskan bagi kalangan akuntan publik, serta pelaku hukum dan finansial yang berniat memperdalam keahlian di bidang audit investigatif.

“Jadi workshop sertifikasi ini sudah dilaksanakan selama 9 batch dari 2017 sampai 2024. Kali ini kami melaksanakan workshop sertifikasi untuk batch angkatan ke 10. Jadi, selama kurang lebih 10 tahun terakhir, kami telah mencetak hampir 500 lulusan alumni dan akan bertambah juga pada batch kali ini,” ungkap Ketua Komite Jasa Investigasi IAPI Rizki Damir Mustika dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Lebih mendalam, aktivitas ini menjadi instrumen strategis dalam mendongkrak keahlian peserta pada ranah komitmen investigasi. Muatan materi pelatihan dititikberatkan pada pemutakhiran regulasi hukum, dinamika tren kasus investigasi, tata kelola administrasi, sampai praktik teknis di lapangan.

Secara umum, pelaksanaan program Sertifikasi CFI diorientasikan untuk memacu mutu profesional akuntan publik dalam cakupan audit investigatif dan sokongan litigasi, membentuk akuntan publik yang cakap dalam menyajikan keterangan ahli pada meja persidangan, serta mengokohkan andil profesi untuk memantapkan tata kelola yang bersih dan akuntabilitas publik.

“Tentunya tujuannya adalah bagaimana kami bisa meningkatkan kompetensi dari para akuntan publik, khususnya di bidang investigasi, dan bagaimana kami bisa bersenergi dengan para pihak-pihak yang terkait yaitu aparat penegak hukum, kejaksaan, dan advokat, dan profesi-profesi lainnya dalam membantu mereka untuk melakukan penegakan hukum terutama di bidang finansial investigasi di Indonesia,” kata Rizki.

Ketua Forum Akuntan Investigator Indonesia (FAIr) IAPI periode tahun 2025-2029 Mohammad Mahsun menerangkan bahwa serapan pasar terhadap layanan jasa investigasi terus menunjukkan grafik yang tinggi dari tahun ke tahun, sehingga pihaknya berkomitmen penuh untuk mematangkan kompetensi baik dari segi jam terbang maupun teori ilmu.

“Dari batch yang kami bangun dari tahun ke tahun, saat ini kami selalu improve terhadap materi dan kurikulum, sehingga sesuai dengan permintaan pasar. Pasar kami ada dari aparat penegak hukum dan juga dari penasehat hukum, termasuk dari publik. Itu membutuhkan jasa yang disebut dengan jasa investigasi keuangan,” ujar Mahsun.

Ketua Forum Akuntan Investigator Indonesia (FAIr) IAPI periode tahun 2021-2025 Irwanto memberikan penegasan bahwa motivasi utama diluncurkannya sertifikasi ini ialah demi menyokong aparat penegak hukum dalam mengalkulasi kerugian finansial dengan menguliti ada atau tidaknya indikasi fraud.

“Berbeda dengan ekosistem yang ada di akuntan publik yang melakukan pemeriksaan urusan pelaporan keuangan, memberikan opini, pendapat. (Kalau yang) ini enggak, ini menyimpulkan ada atau tidak adanya indikasi fraud itu sendiri. Jadi ekosistemnya baru,” ucap dia.

Pada durasi tiga hari awal, para peserta dibekali dengan suplemen materi klasikal di ruang kelas yang memayungi metodologi, teknik, serta taktik pemeriksaan investigatif; kalkulasi kerugian finansial; penyusunan laporan investigatif; hingga kontribusi akuntan publik dalam koridor penegakan hukum. Memasuki hari keempat, peserta bakal menempuh tahap evaluasi lewat ujian tertulis dan lisan, dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman.

Sebagai puncak rangkaian program sekaligus fase final pada hari kelima, para peserta diwajibkan untuk mengambil bagian dalam role play atau peragaan simulasi jalannya persidangan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Lewat simulasi dimaksud, para peserta CFI akan memperagakan secara langsung peran vital selaku Pemberi Keterangan Ahli di hadapan majelis hakim. Formulasi ini diimplementasikan guna menyajikan modal pengalaman nyata seputar dinamika ruang sidang, metode penyampaian argumen ahli, teknik merespons pertanyaan, serta kecakapan mengawal konsistensi argumen di bawah sumpah.

Terkini