Emiten DEPO Milik Hermanto Tanoko Bagikan Dividen Rp10,2 Miliar

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34:02 WIB
Ilustrasi Gerai PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk.

JAKARTA - Emiten pengelola jaringan gerai ritel modern, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO), secara resmi menetapkan pembagian dividen tunai bernilai total Rp10,2 miliar atau setara dengan Rp1,5 per saham yang bersumber dari perolehan keuntungan bersih tahun buku 2025.

Langkah strategis dari korporasi naungan Grup Tancorp yang terafiliasi dengan taipan Hermanto Tanoko tersebut telah mengantongi lampu hijau dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (29/6/2026).

Komisaris Utama DEPO Kambiyanto Kettin mengutarakan, pihak manajemen berkomitmen penuh menjaga keselarasan proporsional antara pemberian imbal hasil bagi para investor dan pemantapan pilar fundamental perusahaan lewat program ekspansi bisnis yang terukur.

"Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).

Merujuk pada ketetapan rapat, Depo Bangunan mendistribusikan sebagian laba bersih 2025 untuk alokasi dividen tunai, mengamankan pos dana cadangan wajib senilai Rp5 miliar sesuai regulasi hukum, sedangkan sisa laba diplot sebagai laba ditahan demi menopang ekspansi.

Aksi korporasi pembagian dividen ini direalisasikan pascaemiten DEPO mengunci raihan keuntungan bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp77 miliar pada tahun 2025. Indikator ini mencerminkan rasio pembayaran dividen perusahaan berada di kisaran 13,3 persen.

Sepanjang tahun 2025, korporasi ritel ini sukses meraup pendapatan usaha mencapai Rp2,88 triliun, atau memperlihatkan tren peningkatan sebesar 2,1 persen bila disandingkan dengan raihan Rp2,82 triliun pada periode tahun sebelumnya.

Stimulus pertumbuhan operasional tersebut digerakkan oleh peningkatan volume penjualan organik di sejumlah area kerja, dengan wilayah Bali keluar sebagai penopang kontribusi pertumbuhan yang paling masif.

Selaras dengan tren pendakian omzet pendapatan, perolehan laba kotor korporasi terpantau merangkak naik menuju angka Rp584,2 miliar, dari pencapaian tahun 2024 sebelumnya yang bertengger di level Rp557,3 miliar.

Menatap periode ke depan, emiten DEPO berniat melanjutkan program penambahan jaringan gerai fisik dengan tetap menimbang potensi pasar, mutu lokasi, hingga kedisiplinan investasi agar operasional gerai baru mampu menyuplai profit positif.

Di samping memperluas cakupan wilayah, emiten berkode saham DEPO ini juga akan mendongkrak margin profitabilitas lewat pembenahan bauran produk, menaikkan porsi produk house brand, serta mengefisiensikan anggaran operasional.

Dari aspek pemanfaatan teknologi, jajaran manajemen DEPO konsisten menaruh perhatian utama pada program akselerasi pengerjaan platform kanal penjualan omnichannel.

"Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap yang strategis bagi jaringan toko fisik. Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan," kata Kambiyanto.

Melalui forum RUPST tersebut, para pemegang saham juga meresmikan perombakan pada formasi kepengurusan internal yang mulai berlaku efektif per tanggal 1 Juli 2026.

Henryanto Komala dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Utama yang baru, sementara posisi Komisaris Utama Perseroan kini diamanahkan kepada Kambiyanto Kettin.

Pada kesempatan yang sama, perseroan melaporkan seluruh kucuran dana segar hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp487,8 miliar telah habis terserap secara riil untuk belanja modal, pelunasan utang, suntikan anak usaha, serta modal kerja.

Terkini