Merdeka Copper Gold Raih Laba Bersih Rp974,57 Miliar di Kuartal 1 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 21:59:31 WIB
Ilustrasi Pekerja PT Merdeka Copper Gold Tbk.

JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sukses membalikkan kinerja keuangan dari posisi rugi bersih menjadi torehan keuntungan senilai Rp974,57 mIliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, emiten tambang dari Grup Saratoga ini mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$57,5 juta. Pencapaian tersebut berbalik dari posisi rugi US$3,7 juta pada kuartal 1 2025 atau setara dengan Rp61,67 mIliar.

Adapun, nilai tukar rupiah yang digunakan dalam laporan finansial ini mengacu pada kurs Rp16.949,15 per dolar AS pada 31 Maret 2026 dan Rp16.666,67 per dolar AS pada 31 Desember 2025.

Pembalikan performa bottom line tersebut berjalan seiring dengan pendapatan konsolidasi MDKA yang melonjak 24 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$620,3 juta.

Alhasil, laba bersih konsolidasian perseroan ikut terkerek melesat naik menjadi US$120,2 juta, jika dibandingkan dengan raihan pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$2,6 juta.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro menyampaikan bahwa kinerja awal tahun perseroan ditopang oleh kenaikan harga jual emas, peningkatan volume limonit, serta penguatan margin nikel.

“Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel dan tembaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).

Secara lebih rinci, lini komoditas emas tercatat menjadi kontributor paling besar terhadap EBITDA kuartal 1 2026 MDKA dengan sumbangan nilai mencapai US$89 juta.

Langkah ini disusul kemudian oleh segmen Nickel Pig Iron (NPI) senilai US$67 juta, limonit US$48 juta, High-Grade Nickel Matte US$25 juta, dan tembaga US$19 juta.

Sementara itu, total produksi emas MDKA merangkak naik 5 persen year on year (YoY) menjadi 26.652 ounces berkat adanya sokongan perdana dari Tambang Emas Pani milik PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) selaku entitas anak perseroan.

Pada segmen nikel, anak usaha perseroan yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mencatatkan lonjakan volume penambangan bijih yang masif sebesar 143 persen.

Kenaikan menjadi 7,7 juta wet metric tonnes (wmt) tersebut dipicu oleh pertumbuhan produksi saprolit dan limonit dengan margin tunai yang kokoh.

Di sisi lain, EMAS juga memperluas jangkauan investor global pasca-merampungkan pencatatan saham sekunder atau secondary listing di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) pada Juni 2026.

Adapun dari sisi likuiditas, MDKA mempertahankan posisi kas dan bank yang solid senilai US$545 juta dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA yang berada di level 3,0 kali.

Terkini