Emiten MAPI Optimistis Libur Sekolah Pacu Kinerja Kuartal 2 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 22:09:02 WIB
Ilusttrasi Salah Satu Gerai Milik PT Mitra Adiperkasa Tbk.

JAKARTA - Emiten ritel terkemuka di bawah naungan Grup MAP, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), memproyeksikan agenda liburan sekolah pada Juni 2026 bakal bertindak sebagai salah satu stimulus utama pengungkit performa bisnis pada kuartal 2 2026.

Fase liburan ini dinilai menjadi daya dorong musiman yang andal guna menjaga tren pertumbuhan nilai penjualan, terlebih karena posisinya berdekatan dengan musim belanja kebutuhan sekolah pada kuartal 3 2026.

VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group Ratih Darmawan Gianda memaparkan bahwa pada periode April, catatan performa biasanya cenderung melandai pasca-berakhirnya momentum Lebaran.

Meski begitu, situasi tersebut mulai bergerak merangkak naik pada Mei dan Juni seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat serta eskalasi aktivitas konsumsi kelompok keluarga.

Ia menguraikan secara historis kontribusi capaian pada kuartal 2 2026 hampir setara dengan kuartal 3 2026. Jika kuartal 3 disokong oleh momen back to school pada Juli, maka kuartal 2 2026 ditopang oleh kenaikan aktivitas belanja selama Mei dan Juni, termasuk saat masa libur sekolah.

"Kami perkiraan pada Juni mulai mengalami peningkatan aktivitas. Secara kontribusi kuartalan, kuartal II hampir mirip dengan kuartal III karena ada faktor musiman [libur sekolah] yang cukup kuat," ujarnya dalam public expose yang dikutip, Senin (29/6/2026).

Jajaran manajemen MAP menilai resistansi kinerjanya ikut disokong oleh segmentasi konsumen yang menjadi sasaran utama korporasi, yakni kelompok masyarakat kelas menengah hingga atas.

Kelompok konsumen di segmen ini dinilai relatif jauh lebih tangguh dalam menghadapi guncangan ekonomi jika dikomparasikan dengan kelompok pelanggan di sektor lainnya.

Walau begitu, pihak perseroan tetap memberikan catatan bahwa riak ketidakpastian global maupun domestik masih menjadi variabel penting yang wajib diantisipasi secara cermat.

Mulai dari perkembangan tensi geopolitik hingga dinamika ekonomi di dalam negeri berpotensi memengaruhi tingkat gairah konsumsi masyarakat secara umum.

"Konsumen yang kami sasar memang lebih resilien. Namun bukan berarti mereka sepenuhnya kebal terhadap berbagai tekanan ekonomi. Karena itu kami tetap berhati-hati dalam menyusun strategi bisnis," ujar manajemen.

Penerapan taktik tersebut dinilai menjadi alasan fundamental mengapa MAP tetap memelihara rasa optimistis dalam menjaga kurva pertumbuhan performa sepanjang 2026 walau iklim bisnis dibayangi ketidakpastian.

Di tengah situasi pemulihan ekonomi yang belum berjalan menyeluruh, Wakil Presiden Direktur MAPI, V.P. Sharma, mengutarakan bahwa pihaknya memilih untuk mematangkan strategi ekspansi secara terukur.

Perseroan mematok target pembukaan sekitar 550-600 jaringan gerai baru secara bruto sepanjang tahun ini dengan dukungan alokasi dana belanja modal (capex) berada di kisaran Rp2 triliun.

Sampai dengan penutupan kuartal 1 2026, pihak perseroan tercatat telah merealisasikan pembangunan sebanyak 200 unit toko baru di berbagai wilayah.

Ia menegaskan langkah kehati-hatian tersebut bukan mengindikasikan perusahaan sedang menahan laju ekspansi secara drastis, melainkan murni penyelarasan terhadap peluang pasar yang tersedia.

Manajemen MAP mengaku konsisten menggelar studi kelayakan secara mendalam sebelum meresmikan gerai baru, termasuk menimbang unsur demografi, mutu lokasi, hingga potensi pasar jangka panjang.

"Kami tidak ingin membuka lalu menutup toko. Karena itu setiap ekspansi selalu dilakukan dengan sangat hati-hati dan berbasis studi yang matang," kata manajemen.

Walaupun sukses mengamankan lonjakan keuntungan yang cukup tebal pada awal tahun, manajemen MAP memilih untuk mempertahankan target pertumbuhan konservatif di level high single digit sepanjang tahun 2026.

Merujuk data laporan keuangan per Maret 2026, MAPI sukses mengantongi pendapatan bersih mencapai Rp12,29 triliun, alias melesat 32,03 persen bila disandingkan dengan perolehan periode sebelumnya senilai Rp9,31 triliun.

Sejalan dengan omzet tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mendarat di angka Rp628,03 mIliar, memperlihatkan kenaikan 32,98 persen dari posisi lalu di angka Rp472,26 mIliar.

Perusahaan menilai rapor gemilang kuartal 1 2026 dipengaruhi rendahnya basis pembanding tahun lalu, ditambah stimulus peluncuran produk anyar seperti iPhone 16 serta kontribusi kuat segmen digital dan lini makanan-minuman.

Terkini