BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Atasi Kekeringan di Jawa

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:27:01 WIB
BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca demi Pasokan Air Waduk [FOTO: NET].

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merancang operasi modifikasi cuaca (OMC) pada permulaan Oktober nanti demi mengantisipasi risiko kekeringan pasokan air sebagai dampak musim kemarau yang diproyeksikan lebih panas serta kering di Pulau Jawa.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto memaparkan bahwa agenda modifikasi cuaca tersebut krusial diterapkan untuk mendongkrak potensi turunnya hujan, sehingga mampu mengalirkan pasokan air ke berbagai waduk utama yang menyokong sektor pertanian dan kebutuhan harian warga di tengah bayang-bayang kekeringan.

"Saat ini waduk-waduk utama di Jawa, seperti di Citarum ada Waduk Saguling, Cirata, Jatiluhur, dan di Brantas di Jawa Timur posisinya masih aman. Tapi nanti di September-Oktober kemungkinan defisit, sehingga awal Oktober akan kita lakukan operasi modifikasi di Jawa," kata dia yang dikonfirmasi selepas Apel Operasi Distribusi Air Bersih Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 di Gudang Logistik Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Selasa.

Seto memaparkan bahwa pengusulan berkas operasi modifikasi cuaca tersebut telah dikonsolidasikan bersama pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyusul ditetapkannya status tanggap darurat bencana kekeringan pada beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Melalui hasil pemantauan iklim BMKG, terdeteksi bahwa kawasan Indonesia bagian barat serta selatan untuk sekarang masih diguyur hujan.

 Kendati begitu, memasuki bulan Juli, Agustus, September, hingga memasuki pertengahan Oktober, volume curah hujan diperkirakan bakal merosot sangat tajam termasuk di wilayah Pulau Jawa lantaran diperhebat oleh kehadiran fenomena El Nino.

"Puncak kekeringan ekstrem ekstrem diprakirakan terjadi pada Agustus dan September, sehingga kesiapsiagaan dari berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk distribusi air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) sangat dibutuhkan masyarakat," kata dia.

Bukan sekadar memitigasi kekeringan di kawasan lumbung padi Pulau Jawa, ia mengonfirmasi bahwa agenda modifikasi cuaca skala nasional oleh BMKG saat ini turut difokuskan secara simultan guna merawat daya tampung volume air di Danau Toba, Sumatera Utara, serta area Poso, Sulawesi Tengah.

Prosedur intervensi lewat OMC ini dimaksimalkan untuk mengupayakan waduk-waduk yang debit airnya mulai berkurang dapat terisi kembali, sekaligus menekan risiko meluasnya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu polusi kabut asap.

"Harapannya operasi modifikasi cuaca ini dapat membantu sektor pertanian serta menopang kelangsungan hidup manusia, terutama saudara-saudara kami di Sumatera dan Kalimantan yang rawan terdampak asap," kata dia.

Terkini