Harita Nickel Bagikan Dividen Tahun Buku 2025 Sebesar Rp2,7 Triliun

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:51:31 WIB
Pekerja melakukan proses pencetakan feronikel di salah satu pabrik tambang milik Harita Nickel.

JAKARTA — Kumpulan pemegang saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) memberikan persetujuan resmi atas program pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan akumulasi nilai menyentuh kisaran Rp2,7 triliun.

Keputusan krusial tersebut disepakati secara mufakat dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada hari Selasa (30/6/2026).

Total dana dividen yang digelontorkan oleh emiten pertambangan bagian dari Harita Group ini setara dengan dividend payout ratio sebesar 30 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Besaran persentase rasio pembagian tersebut tercatat berada pada level yang stabil jika dikomparasikan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Merujuk pada hasil publikasi data riset dari Stockbit Group, nilai pengucuran tersebut mengindikasikan perolehan dividen sebesar Rp42,64 per lembar saham bagi para pemodal.

Menilik posisi harga saham NCKL yang bertengger di level Rp800 per lembar pada sesi perdagangan intraday Selasa (30/6/2026), tingkat imbal hasil atau dividend yield diestimasi berada di kisaran 5,3 persen.

Sampai dengan saat ini, pihak otoritas manajemen perseroan terpantau belum merilis maklumat lanjutan mengenai jadwal cum date dan ex date maupun tanggal resmi pencairan dana ke rekening investor.

Pada aspek pengembangan usaha, emiten nikel ini berkomitmen untuk meneruskan tata kelola operasional secara terukur di sepanjang mata rantai nilai, mulai dari hulu penambangan hingga hilir pengolahan di sepanjang 2026.

Head of Investor Relations Harita Nickel Lukito Gozali memaparkan bahwa penguatan ketahanan usaha dalam menyiasati dinamika industri ke depan bakal bertumpu pada optimalisasi kerja lapangan serta daya saing jangka panjang.

“Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Di tengah hantaman koreksi harga komoditas nikel di kancah global, NCKL secara konsisten mempertahankan kesinambungan serta produktivitas kegiatan usahanya di tanah air.

Sebagai informasi pelengkap, korporasi sukses mengamankan total pendapatan usaha senilai Rp29,63 triliun sepanjang periode tahun 2025 dan mengantongi Rp6,81 triliun pada kuartal I/2026.

Dari peta operasional, seluruh lini pabrik berproduksi selaras dengan target, mencakup unit penambangan bijih nikel, pirometalurgi lewat jalur RKEF, hingga lini hidrometalurgi via jalur HPAL untuk pasokan MHP dan nikel sulfat.

Terkini