HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Minta Polri Kuasai AI dan Teknologi

Rabu, 01 Juli 2026 | 18:29:31 WIB
Prabowo Minta Personel Polri Kuasai Teknologi dan AI [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan enam amanat utama kepada segenap jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). 

Salah satu poinnya ialah penguasaan terhadap aspek teknologi serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Di momen Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, saya ingin menyampaikan beberapa pesan saya sebagai Presiden Republik Indonesia," ujar Prabowo mengawali penyampaian pesannya.

Amanat pertama, Kepala Negara mengimbau segenap personel Polri untuk memelihara kepercayaan publik selaku modal primer dalam menunaikan kewajiban kerja.

"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," katanya.

Kedua, Prabowo meminta instansi kepolisian konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat selaku tameng perlindungan dan pelayan publik. 

Prabowo memberikan peringatan bahwa semua sarana prasarana yang dipegang aparat berasal dari dana publik sehingga wajib dimanfaatkan seutuhnya demi mengakomodasi keperluan warga.

"Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," katanya.

Amanat ketiga berkaitan dengan penegakan hukum yang adil. Presiden menginginkan Polri berani membela hal-hal yang benar secara adil. Berikutnya, Prabowo menitikberatkan urgensi peningkatan mutu sumber daya manusia Polri supaya sanggup menghadapi eskalasi tindak kejahatan yang kian rumit.

Ia meminta para personel kepolisian menguasai sektor ilmu pengetahuan, teknologi, sampai kecerdasan buatan atau AI.

"Terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas dan yang handal," katanya.

Pesan kelima, Presiden menggarisbawahi urgensi kolaborasi antarkelembagaan. Menurutnya, Polri tidak bisa bergerak sendirian dalam memelihara keamanan sekaligus menyokong roda pembangunan nasional.

"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Terakhir, Prabowo mendorong institusi kepolisian untuk rutin melangsungkan perbaikan internal dengan memprioritaskan perilaku bersahaja serta akomodatif terhadap kritik.

"Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik," kata Prabowo.

Ia mengimbuhkan bahwa sebuah lembaga yang agung ialah lembaga yang bersedia membuka telinga, sedangkan institusi yang kukuh ialah institusi yang berani menginisiasi pergeseran arah yang positif.

"Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," ujarnya.

Dalam agenda itu, Kepala Negara turut menghaturkan apresiasi kepada Listyo Sigit Prabowo beserta segenap jajaran kepolisian atas beraneka ragam pergerakan reformasi yang telah digulirkan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik, dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa," tutur Prabowo.

Menutup sambutannya, Presiden mewanti-wanti segenap personel kepolisian demi memelihara marwah institusi serta mendahulukan kepentingan negara.

"Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia. Dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo berikutnya menyampaikan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menekankan kembali integritas Polri selaku garda pelindung publik.

"Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat, Polri Presisi untuk Indonesia Maju. Selalu bersama rakyat, selalu menjaga Indonesia. Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia," tandas Prabowo.

Terkini