JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menetapkan target besar untuk bisa menembus Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 selambat-lambatnya pada 2030.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengutarakan bahwa beragam skema taktis tengah dipersiapkan agar emiten perbankan syariah ini dapat naik kasta, salah satunya melalui strategi penambahan modal secara organik.
“Ada beberapa opsi yang masih kami tempuh. Namun, paling tidak sebelum 2030 kami harus sudah menargetkan sampai ke sana [naik ke KBMI 4],” kata Anggoro di sela-sela agenda Ngopi Bareng Media di Kantor Pusat BSI, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
Hasrat besar untuk mendorong BSI menembus daftar KBMI 4 tersebut sebelumnya sudah pernah diutarakan oleh Anggoro pada periode Februari 2026.
Sebagai informasi tambahan, klasifikasi KBMI 4 sendiri merupakan kategori bagi lembaga perbankan di tanah air yang telah memiliki kepemilikan modal inti di atas Rp70 triliun.
Kala itu, Anggoro yang juga merupakan mantan petinggi di BPJS Ketenagakerjaan ini memaparkan bahwa ambisi kenaikan level ini tidak hanya bersumber dari internal manajemen, melainkan juga didorong oleh para pemegang saham perusahaan.
Setelah resmi menyandang status sebagai korporasi Persero pada Februari 2026, Anggoro membeberkan bahwa program penembusan kategori KBMI 4 ini bukan menjadi fokus pengerjaan jangka pendek, melainkan visi jangka menengah.
Oleh sebab itu, pihak manajemen BSI mengaku tidak mau tergesa-gesa dalam mengejar kenaikan kelas operasional perbankan tersebut.
Meskipun begitu, rangkaian persiapan matang guna menembus level KBMI 4 ini dipastikan bakal mulai digulirkan paling lambat pada tahun berjalan ini.
“Tentu ini rencana yang sifatnya mid-term ya, bukan short-term, mid-term. Namun, kami akan mulai persiapkannya paling tidak mulai tahun ini dan tahun depan, tetapi itu menjadi satu goals yang mulai kami set dari sekarang,” tutur Anggoro di sela-sela agenda Milad BSI ke-5 pada Senin (2/2/2026).
Sampai dengan periode Maret 2026, kepemilikan modal inti yang dimiliki oleh BSI terdokumentasi berada di angka Rp46,15 triliun, yang memposisikan kedudukan bank ini di zona KBMI 3.
Adapun zona KBMI 3 merupakan kelompok perbankan dengan kepemilikan modal inti di rentang nominal antara Rp14 triliun sampai dengan Rp70 triliun.
Raihan modal inti pada bulan ketiga tahun 2026 tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan sebesar 6,23 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp43,44 triliun.