Tenancy Ratio MTEL Naik Jadi 1,57x Imbas Konsolidasi Operator

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:43:01 WIB
Konsolidasi Operator Telko Kerek Rasio Sewa Menara Mitratel [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten infrastruktur menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel, mengungkapkan bahwa langkah konsolidasi yang terjadi di antara operator telekomunikasi justru mampu mendongkrak tingkat rasio sewaan (tenancy ratio) perusahaan.

Direktur MTEL, Agus Winarno, memaparkan dinamika mengenai konsolidasi di industri operator seluler yang saat ini menyisakan tiga pemain utama saja. 

Menurut pandangannya, aksi korporasi tersebut membawa dampak yang menguntungkan bagi potensi perluasan jaringan (roll out) seluruh operator lantaran prosesnya menjadi jauh lebih efisien.

“Beruntungnya MTEL ini juga didukung distribusi power kami yang dominan ada di luar Jawa dan itu menjadi pusat-pusat pertumbuhan mereka,” tutur Agus, dalam paparan publik MTEL, Selasa (30/6/2026).

Di samping itu, Agus mengimbuhkan, pihak MTEL turut dibekali perangkat instrumen analisis pemasaran (marketing analytics) yang kian akurat untuk menyuguhkan rekomendasi mengenai titik lokasi mana saja yang menawarkan potensi paling optimal bagi kebutuhan ekspansi para operator seluler tersebut.

“Dari XLSMART, justru kami bisa mendapatkan potensi yang besar, sehingga kalau kami lihat tenancy ratio kami di tengah konsolidasi yang sebesar itu masih bertumbuh,” ujarnya.

Merujuk pada catatan laporan keuangan sepanjang tahun buku 2025, MTEL menorehkan kenaikan angka rasio penyewaan menjadi 1,57x, yang merepresentasikan keberhasilan dalam optimalisasi utilitas aset perusahaan. 

Di sepanjang periode tahun buku 2025 itu pula, Mitratel mengamankan perolehan omzet senilai Rp9,53 triliun, EBITDA di angka Rp7,83 triliun, serta keuntungan bersih mencapai Rp2,12 triliun, yang disokong penuh oleh skema bisnis berbasis pendapatan berulang (recurring revenue), margin profitabilitas yang tebal, beserta arus kas operasional yang kokoh.

Pihak MTEL juga menjabarkan bahwa lini bisnis jaringan kabel serat optik perusahaan mengantongi penambahan infrastruktur sepanjang 6.160 km secara organik, sehingga menumpuk akumulasi total bentangan jaringan hingga mencapai 57.199 km.

Selaras dengan langkah ekspansi masif tersebut, tingkat Fiber Billable Length korporasi ikut terkerek naik ke posisi 70.618 km, yang selanjutnya menggerakkan kurva pertumbuhan pendapatan untuk ceruk segmen jaringan serat optik sebesar 18,1% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Terkini