Tren Konsolidasi Operator Telekomunikasi Berdampak Positif Bagi MTEL

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:01:01 WIB
Teknisi melakukan perawatan menara BTS.

JAKARTA - Emiten infrastruktur menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel, menyatakan bahwa aksi konsolidasi para operator telekomunikasi mampu mendongkrak tingkat rasio sewaan menara atau tenancy ratio milik perseroan.

Direktur MTEL Agus Winarno memberikan penjelasan mengenai dampak runtunan dari aksi konsolidasi di lini operator telekomunikasi nasional, di mana saat ini ekosistem pasar hanya menyisakan tiga pelaku industri utama.

Menurut penilaiannya, penggabungan usaha tersebut justru mendatangkan imbas positif terhadap peluang ekspansi jaringan atau roll out bagi seluruh operator karena skema operasionalnya menjadi jauh lebih efisien.

“Beruntungnya MTEL ini juga didukung distribusi power kami yang dominan ada di luar Jawa dan itu menjadi pusat-pusat pertumbuhan mereka,” tutur Agus, dalam paparan publik MTEL, Selasa (30/6/2026).

Di samping itu, Agus mengemukakan bahwa Mitratel saat ini telah dipersenjatai dengan instrumen marketing analytics yang memiliki tingkat akurasi presisi tinggi dalam memetakan serta merekomendasikan titik lokasi paling potensial bagi operator.

“Dari XLSMART, justru kami bisa mendapatkan potensi yang besar, sehingga kalau kami lihat tenancy ratio kami di tengah konsolidasi yang sebesar itu masih bertumbuh,” ujarnya.

Mengacu pada dokumen laporan keuangan di sepanjang tahun buku 2025, emiten bersandi saham MTEL ini sukses mengukir kenaikan tingkat rasio sewaan menara menjadi berada di level 1,57x.

Capaian angka rasio operasional tersebut sekaligus merefleksikan adanya optimalisasi yang berjalan baik dalam pemanfaatan seluruh aset infrastruktur menara milik korporasi.

Selama periode tahun buku 2025, Mitratel sukses meraup akumulasi pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, perolehan EBITDA senilai Rp7,83 triliun, serta torehan laba bersih bersih sebesar Rp2,12 triliun.

Kinerja keuangan yang solid ini didukung kuat oleh skema model bisnis perseroan yang bertumpu pada pendapatan berulang, tingkat margin profitabilitas yang tinggi, serta ketahanan arus kas operasional.

Pihak manajemen MTEL juga memaparkan bahwa lini bisnis jaringan kabel fiber optik milik perseroan menorehkan penambahan bentangan kabel secara organik sepanjang 6.160 kilometer.

Lewat agenda ekspansi tersebut, akumulasi panjang dari total jaringan infrastruktur kabel milik perusahaan kini sukses menyentuh angka total 57.199 kilometer.

Sejalan dengan masifnya langkah ekspansi fisik ini, indikator Fiber Billable Length milik korporasi ikut terkerek naik menjadi berada di posisi sepanjang 70.618 kilometer.

Rangkaian pertumbuhan di sektor infrastruktur ini sukses memicu lonjakan pertumbuhan pendapatan pada segmen bisnis fiber optik sebesar 18,1 persen jika dibandingkan dengan pencapaian di tahun sebelumnya.

Terkini